UNGARAN — Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyatakan pembangunan sumur bor merupakan wujud kepedulian sekaligus kolaborasi antara kepolisian dan pihak swasta dalam membantu masyarakat. Proses pengeboran dimulai pada 11 September 2026 dan sumber air berhasil ditemukan dalam waktu sekitar tiga hari pada kedalaman kurang lebih 50 meter.
Setelah sumber air ditemukan, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan saluran serta bak tandon agar air dapat segera dimanfaatkan warga. Fasilitas tersebut menyasar Dusun Punden yang selama musim kemarau menghadapi keterbatasan sumber air bersih.
Pengeboran di Dusun Punden memakan waktu singkat. Titik pengeboran menembus tanah hingga kedalaman sekitar 50 meter sebelum akhirnya menemukan sumber air yang layak dimanfaatkan.
Heru menyebut keberadaan sumber air bersih tidak hanya diharapkan menjadi solusi sementara selama kemarau. Fasilitas itu juga dapat menunjang berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga keperluan sosial warga.
"Harapannya, sumur bor ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Punden dan warga Desa Penawangan pada umumnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau seperti saat ini," ujar Heru.
Peresmian sumur bor dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial kepada warga. Sebanyak 150 kepala keluarga di Dusun Punden menerima paket sembako serta paket produk Cimory.
Bantuan tersebut menjadi pelengkap kebutuhan warga di tengah musim kemarau yang belum sepenuhnya beranjak. Air dari sumur bor diharapkan terus mengalir dan menjadi penopang kebutuhan masyarakat untuk waktu yang panjang.
Kepala Dusun Punden, Sugiyarno, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian, khususnya Polda Jawa Tengah dan Polres Semarang, serta Cimory Group yang telah membantu menghadirkan fasilitas tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian, khususnya Polda Jawa Tengah dan Polres Semarang serta Cimory Group yang telah membantu warga kami dengan pembangunan sumur bor ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terlebih saat musim kemarau dan kebutuhan air bersih meningkat," kata Sugiyarno.
Bagi warga Punden, sumur bor itu menjadi sumber kehidupan baru. Dari sebuah titik pengeboran sedalam sekitar 50 meter, air diharapkan terus mengalir dan menopang kebutuhan masyarakat untuk waktu yang panjang.