SEMARANG — Sebanyak 15 kota dan kabupaten di Jawa Tengah diperkirakan mengalami suhu udara hingga 36 derajat Celcius sepanjang Senin (21/9/2026) pukul 07.00-19.00 WIB. Wilayah tersebut meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Solo, dan Semarang.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, menyampaikan bahwa secara umum cuaca pagi hingga siang di sebagian besar Jateng cerah hingga cerah berawan. Kondisi itu berlanjut pada sore hingga awal malam dengan langit umumnya cerah berawan hingga berawan.
"Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan," kata Arif dalam keterangan tertulis.
Rentang Suhu dan Kelembaban Udara Jateng
Suhu udara di wilayah Jateng diperkirakan berada di kisaran 16-36 derajat Celcius. Sementara kelembaban udara tercatat antara 45-95 persen.
Rentang kelembaban yang lebar itu menandakan sebagian wilayah masih menyimpan uap air cukup tinggi meski musim kemarau berlangsung. Kondisi ini membuat suhu terasa lebih menyengat pada siang hari, terutama di kawasan pesisir utara dan dataran rendah.
Daftar Wilayah Berawan Pagi Hingga Siang
BMKG mencatat sejumlah daerah diprakirakan berawan sejak pagi. Wilayah itu meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kajen, Slawi, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Ungaran, Temanggung, Magelang, Kudus, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Adapun daerah dengan prakiraan cerah berawan mencakup Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Blora, Grobogan, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Peringatan Dini Karhutla di Musim Kemarau
Selain prakiraan suhu tinggi, BMKG mengingatkan warga soal risiko kebakaran hutan dan lahan. Peringatan itu disampaikan menyusul kondisi kering yang menyertai musim kemarau di sebagian besar Jateng.
"Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," ucap Arif.
Warga di kawasan perbukitan dan lahan gambut diminta lebih hati-hati saat membuka lahan atau membakar sampah. Percikan api kecil di area kering bisa cepat membesar ketika angin bertiup kencang pada siang hari.
BMKG menyarankan masyarakat memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari.