MAGELANG — Pelatihan menyasar pengemudi ojek wisata yang selama ini mengantar tamu ke destinasi di Desa Sukomakmur. Materi disampaikan secara praktis agar bisa langsung diterapkan saat mendampingi wisatawan di lapangan. Peserta dikenalkan dengan teknik dasar menentukan sudut pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, dan pemanfaatan kamera telepon.
Ayuning menyebut pengemudi ojek punya posisi strategis dalam rantai pelayanan wisata desa. Peran mereka tidak berhenti di mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. "Pelatihan ini kami dorong agar masyarakat memiliki keterampilan tambahan untuk mendukung kemajuan pariwisata desa," kata Ayuning.
Menurutnya, pengemudi ojek dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan. Kemampuan memotret dengan baik diharapkan membuat wisatawan bisa mengabadikan momen selama menikmati destinasi Sukomakmur.
Dokumentasi foto yang menarik membuat wisatawan membawa pulang kenangan dari kunjungannya. Ayuning berharap hal itu berdampak langsung pada kualitas pelayanan wisata desa. "Kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman berkesan, termasuk memiliki dokumentasi foto yang bagus selama berada di sini," ujarnya.
Pelatihan menghadirkan Bayu Anggara, pemateri dari Desa Wisata Lerep, Ungaran, yang punya pengalaman mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat. Kehadiran pemateri dari desa wisata lain memberi gambaran praktik yang sudah berjalan di lapangan.
Keterampilan memotret membuka peluang penghasilan tambahan bagi pengemudi ojek. Selama ini pendapatan mereka bergantung pada tarif antar-jemput wisatawan. Dengan kemampuan dokumentasi, pengemudi bisa menawarkan jasa lain yang menempel pada perjalanan wisata.
Keterlibatan pengemudi ojek diharapkan memperkuat ekosistem pariwisata Sukomakmur. Pemerintah desa dan pemangku kepentingan bisa mendorong program serupa untuk pelaku wisata lain di kawasan tersebut.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan Sukomakmur sebagai tujuan wisata berbasis masyarakat. Desa tersebut terus membenahi layanan pendukung agar wisatawan yang datang semakin banyak dan tinggal lebih lama.