MAGELANG — Kepala SMPN 7 Kota Magelang Iwuk Juliyani menyatakan aksi nyata program lingkungan hidup mulai dijalankan tahun ini. Sebelumnya, pada 2025, sekolah masih berfokus pada analisis kesiapan sumber daya manusia dan penyelesaian administrasi.
"Tahun 2025 kami masih pada tahap analisis. Memasuki 2026 ini, kami sudah mulai aksi nyata seperti memilah sampah, membuat kompos, dan mengolah limbah plastik," kata Iwuk.
Tujuh Kader Adiwiyata di Setiap Kelas
SMPN 7 membentuk tujuh kader Adiwiyata di tiap kelas. Kader ini bertugas mengajak teman-temannya menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan peduli lingkungan dilaksanakan rutin setiap Rabu. Para siswa diajarkan mengenali jenis sampah, mendaur ulang botol bekas menjadi kerajinan, hingga memproduksi kompos dari dedaunan kering di area sekolah.
Ekoenzim hingga Rumah Maggot
Ke depan, sekolah menyiapkan pembuatan cairan serbaguna atau ekoenzim yang memanfaatkan kulit buah dari sisa program makan siang bergizi. Rencana lain mencakup penghijauan, penanaman tanaman obat keluarga (Toga), serta pembangunan rumah maggot.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar predikat Adiwiyata tingkat Jawa Tengah. SMPN 7 sendiri telah berstatus sekolah Adiwiyata kota sejak 2023.
Kolaborasi dengan DLH dan Bank Sampah
Untuk mendukung praktik tersebut, SMPN 7 berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang dan pengelola bank sampah di sekitar sekolah. DLH mendampingi dari sisi pemenuhan administrasi.
Bank sampah memberikan contoh praktik langsung kepada para siswa. Pendampingan itu menyokong pemenuhan syarat administratif yang dibutuhkan untuk penilaian Adiwiyata tingkat provinsi.