Hampir 100 Hektare Sawah di Kabupaten Pekalongan Kini Mampu Tanam Tiga Kali Setahun

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 01 September 2026 | 12:46:31 WIB
Hampir 100 hektare sawah di Desa Sumub Lor, Kabupaten Pekalongan, kini menerapkan pola tanam tiga kali setahun.

PEKALONGAN — Sebelumnya, mayoritas sawah di Desa Sumub Lor hanya ditanami padi satu kali dalam setahun akibat keterbatasan irigasi dan pola tanam yang belum optimal. Kini, kondisi itu berbalik. Lahan seluas hampir 100 hektare di desa tersebut sudah menerapkan pola tanam tiga kali setahun, menjadikannya salah satu wilayah dengan indeks pertanaman tertinggi di Kabupaten Pekalongan.

Capaian itu disorot dalam Gerakan Tanam 70.000 Hektare Optimalisasi Lahan (Oplah) yang dipusatkan di Desa Sumub Lor pada Senin (31/8/2026). Program Kementerian Pertanian ini menyasar 20 provinsi untuk mengejar target produksi pangan nasional.

Luas Sawah Kabupaten Pekalongan Menyusut Setelah Verifikasi Lapangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, mengungkapkan data terbaru luas sawah di wilayahnya. Berdasarkan verifikasi lapangan, luas lahan baku sawah tercatat sekitar 18.000 hektare, lebih kecil dari data awal yang mencapai 19.000 hektare.

Dari luasan itu, rata-rata indeks pertanaman Kabupaten Pekalongan baru berada di angka 2,1. Artinya, masih banyak lahan yang hanya ditanami dua kali setahun, bahkan sebagian besar petani di sejumlah kecamatan masih bertahan di pola tanam satu kali.

Strategi Percepatan Waktu Tanam Jadi Kunci Pencapaian IP3

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), Raden Hermawan, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar menambah luas areal. Pemerintah juga mendorong percepatan jadwal tanam agar petani bisa memaksimalkan tiga musim dalam setahun.

"Petani yang biasanya nanti menanam di bulan September, kita ajukan di bulan Agustus. Kemudian yang biasanya ditanam di akhir September, itu diajukan di awal September," ujarnya.

Menurut Hermawan, optimalisasi lahan dan percepatan waktu tanam adalah dua sisi yang saling terkait. Dengan pola ini, petani yang selama ini hanya mencapai IP1 atau IP2 diharapkan mampu mengejar IP3.

Stimulus Pemerintah Pusat Diharapkan Dongkrak Kesejahteraan Petani

Yudhi menilai pencapaian Desa Sumub Lor patut menjadi contoh. Ia menyebut keberhasilan mengubah sawah tadah hujan menjadi lahan produktif IP3 adalah kerja keras bersama, melibatkan penyuluh pertanian, kelompok tani, dan dukungan pemerintah pusat.

"Ini adalah pencapaian yang luar biasa," katanya.

Ia berharap bantuan yang bersifat stimulus dari Kementerian Pertanian dapat terus menggenjot produktivitas petani di seluruh Kabupaten Pekalongan. Tujuannya bukan hanya mengejar target produksi, tetapi juga meningkatkan taraf hidup petani secara langsung.

"Harapannya, dengan program ini berkembang, kita bisa bersinergi dengan pemerintah pusat. Bantuan yang merupakan stimulus ini bisa meningkatkan kinerja petani, meningkatkan produktivitas, yang muaranya adalah bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani Kabupaten Pekalongan," pungkasnya.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top