PATI — Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, beberapa saat setelah insiden salah ucap sila kedua Pancasila dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati dan rakyat Indonesia, ia menegaskan bahwa kekhilafan tersebut murni di luar prediksi dan tidak mengandung unsur kesengajaan.
Chandra mengungkapkan, saat menjalankan tugas sebagai inspektur upacara, kondisi badannya sedang tidak fit. Padatnya rangkaian acara yang harus dihadapinya pada bulan Agustus ini, mulai dari peringatan Hari Jadi Pati hingga HUT RI, membuat fisiknya berada di batas kemampuan.
"Saat itu kondisi badan saya memang kurang sehat dan sudah keluar keringat dingin. Namun karena ini tugas di tanggal 17 Agustus, saya berusaha tetap kuat. Fisik manusia ada batasnya, hingga akhirnya konsentrasi berkurang dan terjadi kekhilafan di luar prediksi," ungkapnya.
Peristiwa ini diakuinya menjadi pengingat penting bagi dirinya sebagai pemimpin daerah. Ia berjanji akan lebih menjaga kondisi kesehatan dan fokus dalam menjalankan roda pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
"Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Pati dan seluruh rakyat Indonesia. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk tetap fokus, menjaga kesehatan, dan kembali bersemangat mengawal pembangunan serta melayani masyarakat Kabupaten Pati," ucapnya.
Sikap ksatria Plt Bupati yang langsung meminta maaf secara terbuka mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Sekretaris DPC PKB yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menilai langkah tersebut adalah bentuk tanggung jawab yang patut dihargai.
"Alhamdulillah, Pak Plt Chandra sudah memohon maaf kepada masyarakat Pati atas kesalahan dalam mengucapkan sila kedua tersebut," ujarnya.
Kastomo menjelaskan, beban agenda yang harus dijalani pimpinan daerah pada bulan Agustus memang luar biasa berat. Dalam satu hari, Plt Bupati bisa menghadiri hingga tiga kegiatan berbeda, sehingga kelelahan yang dialami sangat bisa dimaklumi.
"Sebagai warga Pati yang berbudaya Jawa, harapannya masyarakat bisa memaafkan. Di bulan Agustus ini, selain Hari Jadi Pati juga ada HUT RI, kegiatannya sangat padat. Bapak Plt Bupati dalam sehari bisa menghadiri tiga kegiatan, sehingga saya sangat memaklumi kelelahan beliau," jelasnya.
Kastomo secara khusus mengimbau seluruh warga untuk tidak memperpanjang kegaduhan atau melakukan perundungan di dunia maya. Menurutnya, menyikapi kekhilafan dengan saling memaafkan adalah cerminan nilai agama dan budaya Jawa yang harus dijunjung tinggi.
"Sebagai orang Jawa dan beragama, budaya kita adalah memaafkan. Harapannya ini tidak menjadi kegaduhan, mencibir, atau mem-bully Plt Bupati. Marilah kita tetap menjaga, menghormati, dan menjunjung tinggi kepala daerah kita agar beliau dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik serta merealisasikan program-program kemajuan bagi kesejahteraan masyarakat Pati," pungkasnya.