Karnaval Kemerdekaan di Kejajar Wonosobo, Ribuan Warga Tampilkan Ogoh-ogoh dan Kostum Karya Sendiri

Penulis: Vino Bastian  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:39:31 WIB
Ribuan warga dari 10 RW dan 33 RT di Kelurahan Kejajar, Wonosobo, mengikuti karnaval kemerdekaan dengan menampilkan ogoh-ogoh dan kostum karya sendiri.

WONOSOBO — Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Kejajar, Wonosobo, berlangsung berbeda. Ribuan warga dari 10 RW dan 33 RT tumpah ruah mengikuti karnaval dengan menampilkan ogoh-ogoh, kostum unik, hingga tarian kolosal yang seluruhnya dibuat secara mandiri.

Parade yang menjadi tradisi tahunan ini menempuh rute dari SMP Kejajar, Dusun Gataksari, Jalan Lingkar Kejajar, dan berakhir di halaman Bank Wonosobo. Yang menarik, hampir semua properti panggung dan kostum yang dikenakan peserta merupakan hasil kreativitas warga sendiri.

Kreativitas Warga Jadi Daya Tarik Utama

Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketenteraman Ketertiban Umum (Kasi Pemtrantibum) Kelurahan Kejajar, Dwi Pambudi, mengatakan agenda ini rutin digelar setiap 17 Agustus sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas kemerdekaan.

"Ini rutin setiap 17 untuk memeriahkan dan mensyukuri nikmat kemerdekaan. Masyarakat sangat antusias menunjukkan rasa syukurnya atas kemerdekaan," kata Dwi.

Dwi menambahkan, sebagian besar kreasi yang ditampilkan lahir dari inisiatif mandiri warga tanpa adanya perlombaan. Hal ini dimungkinkan karena banyak warga Kejajar yang berprofesi sebagai seniman.

"Sebagian besar membuat sendiri berdasarkan kreativitas masing-masing. Kebetulan warga di sini banyak yang merupakan seniman, sehingga banyak yang berkreasi sendiri," ujarnya.

Daya Tarik yang Menembus Batas Kelurahan

Tingginya partisipasi masyarakat membuktikan bahwa acara skala kelurahan mampu menghadirkan daya tarik setara tingkat kabupaten. Pesta rakyat ini tak hanya menyedot perhatian warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar wilayah.

Ranis, penonton asal Sapuran, mengaku sengaja datang karena terpesona oleh unggahan kemeriahan karnaval di media sosial. Ia pun memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan warga yang tampil totalitas dari berbagai tingkatan usia.

"Saya dulu tahu karnaval ini dari media sosial. Komentar-komentarnya juga bagus-bagus dan positif. Mumpung libur, saya jadi tertarik untuk menonton," kata Ranis.

"Yang menarik banget menurut saya terutama yang membuat kostum sendiri. Karena effort-nya lebih dibandingkan yang menyewa, dan mereka juga kompak," ujarnya.

Dwi Pambudi menegaskan, antusiasme dan partisipasi aktif tersebut menjadi bukti nyata semangat positif masyarakat Kejajar dalam memaknai kemerdekaan. Kegiatan ini diharapkan terus lestari dan menjadi agenda tahunan yang dinanti warga. (*)

Reporter: Vino Bastian
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top