DEMAK — Ratusan anak-anak di Desa Megonten, Kecamatan Karangtengah, Demak, kini punya agenda rutin setiap Jumat untuk berburu buku. Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 148 berkolaborasi dengan pengelola Perpustakaan Nusa Indah menggerakkan program Safari Baca yang lokasinya berpindah-pindah antardusun.
Kegiatan kali ini digelar di Serkan Lor, Desa Megonten. Anak-anak yang datang tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dimulai dari membaca bergiliran hingga sesi membaca nyaring atau read aloud.
Konsep Safari Baca yang berpindah lokasi setiap pekan dirancang agar kegiatan literasi tidak hanya terpusat di gedung perpustakaan. Dengan mendatangi berbagai wilayah desa, mahasiswa KKN dan pengelola perpustakaan berharap semakin banyak anak mendapatkan akses terhadap bahan bacaan.
Metode read aloud atau membaca nyaring menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga mendapatkan contoh membaca yang baik dan benar secara langsung dari para mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh anggota KKN UIN Walisongo yang bertugas memandu jalannya sesi baca.
Pendampingan personal ini menjadi nilai tambah program. Anak-anak yang kesulitan mengenali kata bisa langsung bertanya, sementara yang sudah lancar membaca mendapat tantangan untuk bercerita ulang isi bacaannya.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Perpustakaan Nusa Indah ini menjadi contoh penguatan literasi yang menyentuh langsung lapisan masyarakat. Alih-alih menunggu anak-anak datang ke perpustakaan, buku-buku yang dihadirkan justru menjemput pembacanya di tengah permukiman warga.
Program Safari Baca di Desa Megonten ini diharapkan bisa berkelanjutan meski masa KKN mahasiswa UIN Walisongo telah berakhir. Perpustakaan Nusa Indah sebagai lembaga lokal diharapkan mampu meneruskan ritme kegiatan yang sudah terbangun.