JAWA TENGAH — Fortuner sudah lama jadi primadona di kelas SUV medium Indonesia, dan varian Sport hadir untuk menjawab mereka yang menginginkan tampilan lebih agresif tanpa harus naik kelas ke Land Cruiser. Setelah pemakaian kombinasi macet Jakarta dan tol luar kota, kami menilai varian ini bukan sekadar ubahan kosmetik—ada peningkatan substansial pada aspek keselamatan yang sayang untuk dilewatkan.
Dibanding Fortuner biasa, varian Sport tampil beda lewat grille depan lebih besar dengan aksen hitam glossy, lampu LED tajam, dan body kit yang membuatnya terlihat lebih rendah dan lebar. Lekukan bodi tegas memberi kesan premium, dan di jalanan, mobil ini jelas punya kehadiran yang kuat.
Namun, perlu dicatat, material body kit dengan finishing hitam mengilap mudah terlihat baret halus, terutama setelah sering melewati jalan berkerikil atau saat pencucian menggunakan kain kurang bersih. Untuk pemilik yang perfeksionis, ini bisa jadi sumber kekesalan tersendiri.
Kabin Fortuner Sport lapang untuk 7 penumpang dewasa, dengan baris kedua yang bisa digeser dan direbahkan. Material joknya—kulit sintetis dengan jahitan oranye—memberi nuansa sporty yang tidak membosankan. Fitur pendingin di baris kedua bekerja cepat, sesuatu yang sangat dihargai di iklim tropis.
Sayangnya, di harga yang sama, Mazda CX-9 menawarkan material dashboard yang lebih lembut dan kesan mewah yang lebih matang. Beberapa panel plastik keras di Fortuner masih terasa murahan, dan head unit-nya—meski sudah mendukung koneksi smartphone—responnya masih kalah cepat dari sistem di Hyundai Santa Fe.
Keunggulan utama varian Sport ada di paket keselamatan Toyota Safety Sense. Fitur Pre-Collision System bekerja dengan baik; saat kami uji di tol, sistem memberikan peringatan dini dan pengereman otomatis yang halus, tidak mendadak. Lane Departure Alert juga cukup responsif, meski getaran pada setir terasa agak kasar saat mobil keluar jalur tanpa sen.
Fitur Adaptive Cruise Control-nya membantu banget di tol macet-merayap, mengurangi kelelahan kaki kanan. Namun, perlu dicatat, sistem ini akan "menyerah" jika marka jalan pudar—bukan masalah eksklusif Fortuner, tapi tetap perlu diwaspadai di jalan lokal yang minim perawatan.
Mesin 2.4L diesel (untuk varian 4x2) menghasilkan tenaga cukup untuk akselerasi di jalan tol, dengan torsi yang datang sejak putaran bawah. Transmisi otomatis 6-percepatan bekerja halus, namun masih ada jeda sesaat saat butuh kick-down untuk menyalip truk di tanjakan.
Untuk konsumsi, kami mencatat angka 11,5 km/liter di rute campuran dalam kota dan tol. Ini lebih boros sekitar 1-2 km/liter dibanding klaim pabrikan, dan kalah irit dari Pajero Sport yang bisa tembus 13 km/liter di rute serupa. Jika prioritas utama Anda adalah efisiensi, Fortuner bukan pilihan terbaik di kelas ini.
Fortuner Sport adalah pilihan tepat bagi Anda yang mengutamakan fitur keselamatan canggih dan ketenangan pikiran saat berkendara bersama keluarga. Teknologi Toyota Safety Sense-nya benar-benar berfungsi dan memberi nilai tambah signifikan dibanding Fortuner standar.
Namun, jika prioritas Anda adalah efisiensi bahan bakar atau kemewahan interior, mobil ini bukan jawabannya. Pajero Sport menawarkan irit lebih baik, sementara Mazda CX-9 memberi kemewahan lebih. Fortuner Sport adalah SUV tangguh dengan otak cerdas, tapi ia tetap meminta kompensasi di pom bensin dan kantong Anda.