JAWA TENGAH — Penegasan bahwa setiap rupiah investasi wajib berdampak nyata pada pembukaan lapangan kerja dinilai PSI sebagai arah kebijakan yang memastikan pembangunan tidak berhenti pada capaian statistik semata. Pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan dampak sosial yang adil hingga ke lapisan warga paling rentan.
"Pernyataan beliau bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mencapai kesejahteraan rakyat, mencerminkan pemikiran seorang negarawan yang berorientasi pada keadilan sosial," kata Dedek Prayudi di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Menurut Dedek, penekanan Presiden Prabowo pada dampak investasi terhadap kualitas hidup masyarakat kelas bawah merupakan koreksi atas kecenderungan pengukuran keberhasilan pembangunan yang kerap berpatokan pada angka makro. Ia menilai paradigma ini penting untuk memastikan seluruh kebijakan ekonomi berujung pada perbaikan nyata di tingkat akar rumput.
"Pendekatan ini memastikan pembangunan nasional tidak berhenti pada angka statistik atau capaian makro semata, melainkan benar-benar menghadirkan dampak sosial yang adil dan merata hingga ke lapisan warga paling rentan," ujar Dedek.
PSI menilai pidato tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama bernegara. Partai yang dikenal dekat dengan generasi muda ini juga menilai pernyataan Prabowo sejalan dengan amanat konstitusi dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apresiasi ini disampaikan PSI di sela-sela rangkaian Sidang Tahunan MPR yang berlangsung pekan ini. Meski tidak menyebutkan program konkret, pernyataan Dedek mengindikasikan dukungan penuh partainya terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo ke depan.
Pidato presiden dalam Sidang Tahunan MPR memang selalu dinanti sebagai peta jalan kebijakan nasional setahun ke depan. Dengan penekanan pada dampak sosial, sinyal yang dikirim pemerintah kali ini jelas berbeda dari penekanan pada target-target pertumbuhan semata.