Mahasiswa KKNT IDBU 26 Ajak Anak-anak di Ungaran Timur Periksa Jentik Nyamuk untuk Cegah DBD

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:55:01 WIB
Anak-anak di Perumahan Delta Asri, Ungaran Timur, mengikuti edukasi pemeriksaan jentik nyamuk oleh mahasiswa KKNT IDBU 26.

UNGARAN — Anak-anak usia 6 hingga 12 tahun di Perumahan Delta Asri, RW 14 RT 06, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mendapat edukasi langsung tentang cara memeriksa jentik nyamuk dari mahasiswa KKNT IDBU 26. Mereka diajak mengenali ciri-ciri jentik, lokasi perkembangbiakan, hingga praktik pemeriksaan tempat penampungan air di rumah warga.

Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Dengan pemahaman yang tepat, anak-anak diharapkan mampu menjadi pengingat bagi keluarga di rumah untuk rutin menguras dan menutup tempat penampungan air.

Anak-anak Diajak Praktik Langsung Periksa Penampungan Air

Materi yang diberikan tidak hanya teori. Mahasiswa KKNT IDBU 26 mengajak anak-anak untuk melakukan demonstrasi pemeriksaan tempat penampungan air secara langsung. Metode interaktif ini membuat anak-anak lebih mudah memahami cara sederhana mendeteksi keberadaan jentik di sekitar rumah.

Sepanjang kegiatan, anak-anak tampak antusias dan aktif bertanya. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengenai bentuk jentik nyamuk, tempat yang sering menjadi sarang, serta cara membedakan jentik dengan organisme lain yang hidup di air.

Gerakan 3M Plus Diperkenalkan sebagai Kunci Pencegahan

Selain pemeriksaan jentik, mahasiswa juga memperkenalkan gerakan 3M Plus. Gerakan ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah tersebut dilengkapi dengan tindakan pencegahan tambahan untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Ketua RT 06 Perumahan Delta Asri, Ibu Adi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKNT IDBU 26. Menurutnya, edukasi kesehatan yang menyasar anak-anak memberikan dampak positif karena kebiasaan bersih tertanam sejak kecil.

"Kegiatan ini sangat membantu warga, khususnya untuk menanamkan kebiasaan bersih sejak kecil. Kalau anak-anak sudah paham cara memeriksa jentik, mereka bisa mengingatkan orang tuanya di rumah untuk rutin menguras dan menutup tempat penampungan air," ujar Ibu Adi.

Rumah Warga Jadi Tempat Belajar Komunitas

Kegiatan edukasi berlangsung di rumah Ibu Erna, salah satu warga setempat. Ia berharap pengalaman belajar di luar sekolah ini bisa diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya senang rumah saya bisa jadi tempat berkumpul anak-anak untuk belajar hal yang bermanfaat seperti ini. Semoga apa yang mereka pelajari hari ini bisa diterapkan dan diceritakan lagi ke keluarga di rumah," kata Ibu Erna.

Program ini menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama tentang pemberantasan sarang nyamuk. Dengan melibatkan anak-anak sejak dini, upaya menjaga lingkungan tetap sehat diharapkan menjadi kebiasaan berkelanjutan di Perumahan Delta Asri.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top