Harga COE Singapura Tembus Rp1,72 Miliar, Toyota Corolla Dijual Rp2,5 Miliar

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:35:31 WIB
Harga COE kategori A pada lelang perdana Agustus 2026 mencapai S$123.890 atau sekitar Rp1,72 miliar.

JAWA TENGAH — Land Transport Authority (LTA) Singapura mencatat rekor baru pada lelang COE perdana Agustus 2026 yang ditutup Rabu (5/8). Harga sertifikat kategori A untuk mobil mesin di bawah 1.600 cc atau listrik bertenaga maksimal 110 kW menyentuh S$123.890, melonjak signifikan dibanding periode sebelum pandemi.

Lima Kategori Kuota dengan Harga Fantastis

LTA membagi kuota kendaraan ke dalam lima kategori dengan banderol berbeda. Kategori B untuk kendaraan bertenaga di atas 97 kW dibanderol S$129.910 atau Rp1,81 miliar, sementara kategori E untuk semua kendaraan kecuali motor mencapai S$131.000 atau Rp1,82 miliar.

  • Kategori A: mobil non-listrik hingga 1.600 cc atau listrik 110 kW — S$123.890 (Rp1,72 miliar)
  • Kategori B: mesin di atas 1.600 cc atau listrik di atas 110 kW — S$129.910 (Rp1,81 miliar)
  • Kategori C: kendaraan barang dan bus — S$91.545 (Rp1,27 miliar)
  • Kategori D: sepeda motor — S$10.503 (Rp146,2 juta)
  • Kategori E: semua kendaraan kecuali motor — S$131.000 (Rp1,82 miliar)

Pabrikan Detune Mesin demi Tekan Biaya Sertifikat

Aturan ambang batas tenaga ini mengubah strategi pabrikan otomotif. Banyak produsen sengaja memangkas tenaga mesin alias detune pada model populer khusus pasar Singapura agar masuk kategori A yang lebih murah.

Jeffrey Siow, Menteri Transportasi Singapura, menyebut permintaan tetap tinggi karena harga mobil listrik yang kompetitif. Di sisi lain, pasokan sertifikat kendaraan kecil di pelelangan justru turun, menciptakan tekanan harga yang terus berlanjut.

Harga Akhir Kendaraan Tembus Miliaran Rupiah

Biaya sertifikat yang mahal otomatis mendongkrak harga jual akhir kendaraan. Toyota Corolla yang sudah mencakup COE, registrasi, dan pajak kini dipatok S$179.888 atau sekitar Rp2,50 miliar. Honda Civic non-hybrid dijual S$211.899 atau Rp2,95 miliar, sedangkan Mercedes-Benz GLE menembus S$572.888 atau kisaran Rp7,97 miliar.

Angka-angka tersebut kontras dengan kondisi finansial warga. Median pendapatan tahunan rumah tangga di Singapura berada di angka S$149.352 atau sekitar Rp2,08 miliar, bahkan S$139.000 atau sekitar Rp1,93 miliar.

Permintaan Terus Mengalir Meski Kuota Terbatas

Lelang terakhir mencatat 1.522 penawaran masuk untuk kategori A yang hanya menyediakan kuota 1.226 unit. Artinya, 302 peminat harus mundur karena kehabisan jatah sertifikat.

Sistem lelang yang diterapkan Singapura membatasi populasi kendaraan hanya sekitar 1 juta unit untuk 6,1 juta warga. Satu sertifikat hanya memberikan hak pakai kendaraan selama 10 tahun, menjadikan mobil sebagai aset bernilai miliaran rupiah dengan masa berlaku terbatas.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top