Kemiskinan Jateng Turun ke 9,21 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi: Pembangunan Tak Boleh Berhenti di Angka Statistik

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:44:01 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan arah pembangunan daerah di Semarang, Jumat (14/8/2026).

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat tren positif penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional. Namun, Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan agar keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan statistik, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat bawah.

“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” kata Luthfi didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin di Semarang, Jumat (14/8/2026).

Fokus pada 3,9 Juta Warga Kelompok Desil Terbawah

Penurunan angka kemiskinan dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen dalam setahun terakhir disebut sebagai modal berharga, tetapi bukan tujuan akhir. Pemprov Jateng mengalokasikan perhatian khusus kepada sekitar 3,9 juta jiwa yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 atau kelompok ekonomi terbawah.

Luthfi menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari indikator makro. “Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ekonomi Tumbuh 5,71 Persen, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Di sisi lain, kinerja ekonomi Jawa Tengah juga menunjukkan akselerasi. Pada triwulan II 2026, ekonomi provinsi ini tumbuh 5,71 persen secara year on year, sementara secara kumulatif Semester I 2026 mencapai 5,80 persen. Angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi alasan Pemprov optimistis menghadapi keterbatasan fiskal serta ketidakpastian geopolitik.

Dari sektor investasi, realisasi sepanjang 2025 tercatat sekitar Rp110 triliun dan mampu menyerap sekitar 257 ribu tenaga kerja. Hingga Semester I 2026, investasi yang masuk telah mencapai Rp48,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Arah Pembangunan Nasional dan Target Swasembada Pangan

Dalam pidato kenegaraan yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, hingga penguatan swasembada pangan. Indonesia disebut telah mencapai swasembada delapan komoditas strategis, termasuk beras, jagung, dan cabai.

Menurut Luthfi, arah pembangunan tersebut harus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah diharapkan menjadi pendorong untuk memastikan seluruh capaian pembangunan sampai ke tangan rakyat.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top