SRAGEN — Usaha kecil di Desa Duyungan tak lagi hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Lewat program pendampingan yang digagas mahasiswa KKN Undip, lokasi dan profil usaha kini terpampang di Google Maps, lengkap dengan foto, jam operasional, hingga rating dari pengunjung.
Muhammad Afandi Hilmi Nurudin, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, mendampingi para pelaku UMKM secara langsung. Pendampingan itu mencakup pendataan, verifikasi lokasi, pendaftaran usaha, hingga pengisian informasi profil secara lengkap di platform Google Maps.
Beberapa UMKM di Dukuh Nguwer, Desa Duyungan, menjadi peserta program ini. Di antaranya Bakso Bakar Dua Putra Mandiri, RM. Sarumpun Aua yang menyajikan menu khas Restoran Padang, Sempolan Ayam Bismillah, ayam geprek Mc Dallas, toko Rizki Tirta, hingga pusat jajanan Street Food Duyungan.
Afandi menjelaskan, banyak pelaku UMKM di desa yang usahanya sebenarnya sudah dikenal luas oleh warga sekitar. Namun, karena belum terdaftar secara digital, usaha mereka sulit ditemukan oleh masyarakat dari luar desa maupun calon pelanggan baru.
Menurut Afandi, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps merupakan langkah sederhana namun berdampak besar di tengah perkembangan ekonomi digital. Ia berharap jangkauan pemasaran UMKM setempat semakin luas.
“Melalui pendampingan ini, kami berharap UMKM di Desa Duyungan bisa lebih mudah ditemukan secara daring, sehingga jangkauan pemasarannya semakin luas dan tidak hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut,” ujar Afandi.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kerja mahasiswa KKN Undip di Desa Duyungan yang berfokus pada penguatan ekonomi dan digitalisasi UMKM.
Ke depan, digitalisasi semacam ini diharapkan bisa dilanjutkan secara mandiri oleh pelaku usaha agar semakin banyak UMKM di Desa Duyungan yang naik kelas secara digital dan mampu bersaing di era pemasaran daring.