Dinas Perdagangan Kudus Bagikan Celemek dan Sarung Tangan ke 51 PKL Lapangan Rendeng Jelang Srikandi Merdeka Cup

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:49:31 WIB
Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus membagikan celemek dan sarung tangan kepada 51 PKL di Lapangan Rendeng jelang Srikandi Merdeka Cup.

KUDUS — Sebanyak 51 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, bakal berjualan dengan perlengkapan baru saat turnamen Srikandi Merdeka Cup berlangsung. Dinas Perdagangan setempat membagikan celemek dan sarung tangan kepada para pedagang agar stand kuliner terlihat rapi dan higienis selama event internasional tersebut digelar.

Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 14-23 Agustus 2026 ini akan mempertemukan tim dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi. Seluruh pertandingan dipusatkan di Supersoccer Arena yang berada tepat di sekitar Lapangan Rendeng.

Instruksi Bupati: Kebersihan Jadi Prioritas Utama

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, I'in Vestriaswari, menyebut penataan ini merupakan arahan langsung dari Bupati Kudus. Pihaknya ingin kawasan kuliner sekitar venue memberikan kesan positif bagi wisatawan mancanegara yang datang selama turnamen berlangsung.

"Kami sudah bagikan celemek dan sarung tangan untuk semua PKL di kawasan Lapangan Rendeng. Jadi supaya bisa berjualan dengan lebih bersih, rapi dan higienis," ujar I'in.

Selain perlengkapan pribadi, para pedagang juga diminta menyediakan tempat sampah di masing-masing lapak. Dinas Perdagangan akan turun langsung memberikan sosialisasi agar seluruh stand memenuhi standar kebersihan yang diminta.

Stand Khusus dan Sistem Shift Selama Turnamen

Selama 10 hari pelaksanaan Srikandi Merdeka Cup, para PKL tidak berjualan di lokasi biasa. Dinas Perdagangan menyiapkan stand khusus agar aktivitas perdagangan lebih tertata dan tidak mengganggu pergerakan pengunjung stadion.

I'in menjelaskan, jam operasional pedagang juga diperpanjang secara signifikan. Jika biasanya keramaian baru dimulai sore hari, selama turnamen para PKL diizinkan berjualan mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB tanpa hari libur.

"Biasanya memang untuk PKL di Lapangan Rendeng itu berjualannya yang ramai mulai sore hingga malam hari. Tapi, selama pelaksanaan Srikandi Merdeka Cup, pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB tanpa hari libur," tandasnya.

Jadwal Bergantian Agar Semua Pedagang Kebagian Rezeki

Dengan total 51 pedagang dan jam operasional yang lebih panjang, Dinas Perdagangan meminta paguyuban PKL mengatur jadwal berjualan secara bergantian atau sistem shift. Kebijakan ini diambil agar seluruh pedagang tetap memperoleh kesempatan berjualan selama turnamen berlangsung, tanpa harus berebut lokasi di waktu yang bersamaan.

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menyeluruh Kabupaten Kudus menyambut kunjungan tim dan suporter dari tujuh negara. Selain penataan PKL, kebersihan lingkungan sekitar venue menjadi perhatian utama agar citra kota tetap terjaga selama event internasional berlangsung.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: lingkartv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top