SLAWI — Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mulai menerapkan inovasi KACANG BOGARES (Kawal dan Cegah Stunting Bersama Optimalkan Generasi Remaja Sehat) di SMAN 3 Slawi. Peluncuran program ini dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Kepala Puskesmas Slawi, serta para guru dan siswa.
Inovasi ini lahir sebagai strategi pemerintah daerah menekan prevalensi stunting melalui pendekatan promotif dan preventif yang menyasar remaja putri sebelum mereka memasuki fase kehamilan.
Tidak sekadar mencatat kehadiran, aplikasi KACANG BOGARES bekerja sebagai sistem pemantauan individual. Petugas kesehatan dapat melihat siswa mana yang belum mengonsumsi TTD setiap pekannya melalui data yang masuk secara digital.
Edy Sucipto menjelaskan, fitur ini memungkinkan pendampingan lebih tepat sasaran. Konselor sebaya yang telah dilatih akan mengingatkan teman-temannya agar tetap disiplin menjalankan program.
"Melalui sistem ini, pemantauan menjadi lebih efektif karena kami dapat mengetahui tingkat kepatuhan setiap siswa dan memberikan pendampingan secara langsung apabila diperlukan," kata Edy dalam sambutannya.
Selain fitur pemantauan TTD, aplikasi ini mengintegrasikan sejumlah layanan kesehatan remaja. Di dalamnya tersedia deteksi dini anemia, pemantauan penanganan anemia, edukasi kesehatan reproduksi, hingga layanan konsultasi yang bisa diakses para siswi.
Informasi mengenai pencegahan stunting juga disajikan dalam aplikasi, sehingga siswa dapat memahami pentingnya asupan gizi sejak usia sekolah. Gagasan program ini sebenarnya telah dirancang sejak tahun sebelumnya oleh Tim Kerja Kesehatan Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.
Implementasi baru terealisasi tahun ini melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi yang membantu pengembangan sistem digitalnya.
Edy menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting tidak cukup dilakukan melalui program rutin yang sudah berjalan. Dibutuhkan terobosan agar intervensi bisa dimulai lebih awal, yakni saat remaja putri masih duduk di bangku sekolah.
"Upaya menurunkan angka stunting tidak cukup dilakukan melalui program rutin. Dibutuhkan inovasi agar intervensi bisa dimulai sejak remaja. KACANG BOGARES hadir untuk memastikan remaja putri rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah sehingga kelak menjadi calon ibu yang sehat," ujarnya.
Dengan pola ini, Dinkes Kabupaten Tegal berharap generasi remaja yang sehat dapat terbentuk lebih awal, sehingga risiko melahirkan anak stunting bisa ditekan jauh sebelum pernikahan dan kehamilan terjadi.
Ke depan, program ini berpotensi diperluas ke sekolah menengah lain di Kabupaten Tegal setelah evaluasi implementasi di SMAN 3 Slawi selesai dilakukan.