Laba PT Timah Tembus Rp2,71 Triliun Hanya dalam Enam Bulan, Setahun Target Terlampaui

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 12:48:31 WIB
Laba bersih PT Timah mencapai Rp2,71 triliun pada semester I-2026, melampaui target satu tahun hanya dalam enam bulan.

JAWA TENGAH — Pasar luar negeri masih mendominasi penjualan TINS. Pada enam bulan pertama tahun ini, kontribusi ekspor mencapai 97 persen dari total penjualan, sementara pasar domestik hanya 3 persen. China menjadi pembeli terbesar dengan porsi 36 persen, disusul India 12 persen, Korea Selatan 11 persen, Singapura 6 persen, serta Belanda dan Italia masing-masing 5 persen.

Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro menyebut permintaan global tetap kuat, terutama dari sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, dan kecerdasan buatan (AI). "Optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi jadi kunci," kata Restu dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/7/2026).

Produksi dan Harga Bergerak Saling Dorong

Volume produksi bijih timah TINS mencapai 12.232 ton Sn pada semester I-2026, naik 75 persen dibanding periode sama tahun lalu. Produksi logam timah juga meningkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton, dengan penjualan sebanyak 10.984 metrik ton atau naik 85 persen secara tahunan.

Di sisi harga, rata-rata harga logam timah Cash Settlement Price di LME tercatat US$50.319,19 per metrik ton, melonjak 56,68 persen dari US$32.115,77 per metrik ton pada semester I-2025. Kombinasi volume dan harga ini mendorong pendapatan TINS dari kontrak pelanggan naik 147,26 persen menjadi Rp10,41 triliun.

Efisiensi Biaya, Laba Melejit Hingga 800 Persen

Meski beban pokok pendapatan ikut naik 88,72 persen, laba bruto TINS melonjak 379,9 persen menjadi Rp4,05 triliun. Setelah dikurangi beban usaha, laba usaha perseroan melejit 810,9 persen menjadi Rp3,46 triliun. "Strategi transformasi operasional dan disiplin biaya menghasilkan pertumbuhan berkualitas," ujar Restu.

Manajemen TINS optimistis kinerja positif berlanjut di semester II-2026. Salah satu strateginya adalah melanjutkan eksplorasi di darat dan laut. Hingga Juni 2026, perseroan mencatat sumber daya timah 798.000 ton dan cadangan 312.000 ton. "Kami akan terus memperkuat fundamental melalui eksplorasi berkelanjutan, tata kelola, dan efisiensi operasional untuk penciptaan nilai jangka panjang," tegas Restu.

Reporter: Usman Harun
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top