Prancis Evakuasi 220 Ribu Warga Akibat Kebakaran Hutan di Gironde, Presiden Macron Sebut Rekor Terburuk sejak PD II

Penulis: Usman Harun  •  Senin, 27 Juli 2026 | 00:34:31 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya mengendalikan api di kawasan hutan Gironde, Prancis barat daya, yang telah melalap 42 ribu hektare lahan.

JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan stasiun televisi BFMTV yang mengutip otoritas setempat, api telah melalap 42 ribu hektare lahan di Gironde. Kawasan yang terdampak meliputi daerah sekitar Teluk Arcachon, destinasi wisata populer di Prancis barat daya. Kebakaran besar ini terjadi saat negara tersebut berjuang melawan gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan Macron: Rekor sejak 1945

Pada 16 Juli, Presiden Emmanuel Macron mengumumkan bahwa jumlah kebakaran hutan musim panas ini merupakan yang tertinggi sejak akhir Perang Dunia II. "Negara ini tengah menghadapi situasi luar biasa," kata Macron dalam pernyataan resmi. Pemerintah Prancis telah mengerahkan ribuan petugas pemadam kebakaran serta bantuan dari negara-negara tetangga.

Lecornu, yang memimpin koordinasi tanggap darurat, mengatakan evakuasi massal terus dilakukan untuk menyelamatkan warga yang terancam. Ia menyebut angka 140 ribu jiwa pada Sabtu, namun kemudian bertambah menjadi 220 ribu menurut laporan terkini.

Gelombang Panas Memperparah Bencana

Kebakaran hutan di Prancis diperburuk oleh gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat. Suhu di beberapa wilayah mencapai 40 derajat Celsius, membuat kondisi ideal bagi api untuk menyebar cepat. Lahan kering dan angin kencang turut memperluas area terdampak.

Otoritas setempat terus memantau pergerakan api di sepanjang garis pantai Atlantik. Sejumlah pusat evakuasi darurat telah didirikan di kota-kota sekitar, seperti Bordeaux dan La Teste-de-Buch. Ribuan petugas masih berjuang memadamkan titik-titik api yang belum terkendali.

Dampak Evakuasi dan Upaya Penanganan

Evakuasi 220 ribu orang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kebakaran hutan Prancis. Warga yang diungsikan mayoritas berasal dari permukiman di sekitar hutan pinus yang terbakar. Pemerintah daerah menyediakan tempat penampungan sementara serta bantuan logistik bagi para pengungsi.

Laporan dari BFMTV menyebutkan bahwa kebakaran di Gironde telah berlangsung sejak awal Juli. Meski upaya pemadaman terus dilakukan, cuaca panas dan angin kencang masih menjadi tantangan utama. Presiden Macron telah menjanjikan kompensasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian.

Peristiwa ini juga memicu perhatian internasional, dengan sejumlah negara seperti Spanyol dan Italia menawarkan bantuan personel dan peralatan pemadam kebakaran. Prancis sendiri telah mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa untuk memperkuat respons.

Reporter: Usman Harun
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top