JAWA TENGAH – Memilih sepeda yang pas memang penting, tapi cara mengajari anak naik sepeda dengan aman juga sama pentingnya — apalagi buat anak perempuan yang baru mulai belajar di usia 3–5 tahun.
Sepeda yang terlalu besar bikin anak susah menyeimbangkan badan, sementara yang terlalu kecil bikin gerakan mengayuh tidak maksimal. Aturan sederhananya: saat anak duduk di sadel posisi terendah, kaki harus bisa menapak lantai dengan mudah.
Banyak ahli tumbuh kembang menyarankan anak mulai dikenalkan aktivitas mengayuh sejak usia 1–1,5 tahun lewat sepeda roda tiga atau balance bike, sebelum pindah ke sepeda roda dua dengan roda bantu di usia 3 tahun ke atas.
Bersepeda di usia dini terbukti membantu melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, serta motorik kasar dan halus anak — bukan cuma soal kesenangan semata.
Tanda paling jelas adalah saat anak sudah bisa mengayuh sambil menjaga keseimbangan tanpa bergoyang parah, biasanya setelah beberapa minggu latihan rutin. Melepas roda bantu sebaiknya dilakukan bertahap — satu roda dulu, baru roda satunya — supaya anak tidak kaget kehilangan penyangga sekaligus.
Kalau sepeda mulai dipakai untuk aktivitas di luar rumah seperti ke taman atau berangkat sekolah, pastikan sudah ada bel, lampu, dan reflektor supaya anak tetap terlihat oleh pengendara lain, terutama saat kondisi cahaya minim.