KLATEN — Empat titik kebakaran hutan dan lahan terjadi di Klaten pada Jumat (24/7) malam, berdasarkan data Pusdalops BPBD Klaten. Dua lokasi di Kecamatan Bayat—Bukit Joko Tuwo di Desa Tawangrejo dan Hutan Bukit Cinta di Desa Gunung Gajah—menjadi perhatian utama karena berada di bekas area tambang dan situs geowisata.
Api di petak 98 Hutan Bukit Cinta pertama kali diketahui oleh mahasiswa KKN yang melintas sekitar pukul 21.15 WIB. Mereka segera melapor ke warga, yang kemudian meneruskannya ke BPBD. "Luasan terbakar sekitar 420 meter persegi. Tidak ada korban jiwa atau luka," kata Supervisor Pusdalops BPBD Klaten, Indiarto.
Di Desa Tawangrejo, kobaran api menghanguskan semak dan ranting kering di lahan seluas 150 meter x 50 meter. Kepala Desa Tawangrejo, Susanta, menyebut lokasi tersebut berada di Bukit Joko Tuwo, bagian dari situs batu geopark yang berada di bekas tambang. "Api tidak merembet ke rumah karena ada jarak sekitar 25 meter, tapi sempat dikhawatirkan jika angin kencang," ujarnya.
Warga menduga kebakaran dipicu oleh seseorang yang mencari rumput (ngarit) dan membakar sampah di puncak bukit. "Api menjalar ke bekas tebangan bambu, terus membara. Kejadian habis magrib, tapi berhasil dipadamkan," kata Triyatno, warga Tawangrejo. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, kelompok peduli api, dan warga bergotong royong memadamkan hingga pukul 22.30 WIB.
Indiarto menambahkan, selain di Bayat, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Ngawonggo (Kecamatan Ceper), Troketon (Pedan), dan satu lokasi lagi di Kecamatan Bayat di luar Bukit Cinta. Seluruh titik berhasil dijinakkan tanpa korban. "Kami terus mengimbau warga tidak membakar sampah atau rumput di musim kemarau," pungkas Indiarto.