SEMARANG — Ratusan rumah dan usaha di 17 kelurahan di Semarang Barat harus merelakan aktivitasnya terhenti sementara akibat pemadaman listrik yang berlangsung sejak pagi. PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY menyebut pemadaman ini merupakan bagian dari jadwal pemeliharaan rutin jaringan tegangan menengah.
Pemadaman dijadwalkan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Warga diimbau untuk mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan guna menghindari lonjakan arus saat listrik kembali menyala.
PLN mencatat 17 kelurahan yang masuk dalam zona pemadaman meliputi:
Pihak PLN mengimbau warga yang membutuhkan listrik untuk keperluan medis atau usaha kritis untuk menghubungi call center 123 guna mendapatkan informasi teknis lebih lanjut.
Pekerjaan pemeliharaan ini mencakup penggantian isolator dan perbaikan gardu distribusi di beberapa titik. Menurut keterangan tertulis PLN, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik ke pelanggan di kawasan barat Kota Semarang.
"Pemadaman ini bersifat terencana. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Setelah pekerjaan selesai, suplai listrik akan kami nyalakan kembali secara bertahap," tulis pihak PLN dalam pengumuman resminya.
Pemadaman di jam kerja berdampak langsung pada aktivitas warga. Beberapa SPBU di Jalan Siliwangi terpaksa tutup sementara karena pompa listrik tidak berfungsi. Warung makan dan bengkel kecil di sekitar Manyaran dan Krobokan juga mengeluhkan kerugian akibat mesin pendingin dan peralatan listrik yang mati.
Seorang pemilik bengkel di Tambakharjo, Sutrisno, mengatakan bahwa ia terpaksa menolak pelanggan sejak pagi. "Stok kompresor mati, las listrik juga tidak bisa dipakai. Ya sudah, istirahat saja sambil nunggu nyala lagi," ujarnya.
PLN memastikan petugas telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau proses pemeliharaan dan meminimalkan durasi pemadaman. Warga diminta bersabar dan tidak melakukan tindakan berbahaya seperti menyambung listrik secara ilegal selama masa pemadaman.