JAWA TENGAH — Setelah menjajal ketiga varian dalam sesi hands-on terbatas, jelas bahwa Samsung ingin menjangkau tiga segmen pengguna yang berbeda secara fundamental. Bukan sekadar varian "besar" dan "kecil", pilihan antara Exynos 1580 di seri FE dan Exynos 1380 di seri Lite adalah jurang performa yang patut dipertimbangkan sebelum mengeluarkan uang.
Galaxy Tab S10 FE+ menjadi satu-satunya varian dengan layar 13,1 inci, sementara FE dan Lite sama-sama 10,9 inci. Ketiganya masih memakai refresh rate 90Hz — bukan 120Hz seperti flagship Tab S10 Ultra, tapi masih cukup mulus untuk scrolling dan menulis dengan S Pen.
Konsekuensi ukuran layar besar di FE+ adalah bobot 668 gram. Ini lebih berat 171 gram dari S10 FE (497 gram) yang punya ketebalan sama-sama 6 mm. Untuk dibawa ke kafe atau dipakai sambil tiduran, S10 FE atau S10 Lite jelas lebih ramah tangan. FE+ baru terasa unggul kalau kamu benar-benar bekerja dengan multi-window atau menggambar dalam waktu lama.
Ini keputusan paling krusial. S10 FE dan S10 FE+ sama-sama ditenagai Exynos 1580, sedangkan S10 Lite hanya membawa Exynos 1380. Dari spesifikasi, 1580 menggunakan core Cortex-A720 yang lebih modern dan GPU Xclipse 540, sementara 1380 masih mengandalkan Cortex-A78 dan Mali-G68.
Perbedaan ini langsung terasa saat kami menguji multitasking berat. FE+ dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB jelas lebih lapang untuk membuka 5-6 aplikasi sekaligus tanpa reload. S10 FE dengan RAM 8 GB masih oke untuk produktivitas standar. S10 Lite dengan RAM 6 GB — meski cukup untuk browsing, nonton, dan mencatat — mulai tersendat saat dipaksa membuka aplikasi editing foto atau game berat seperti Genshin Impact di setting medium.
Yang perlu dicatat: tidak ada opsi upgrade penyimpanan via microSD di ketiga varian ini berdasarkan informasi awal. Jadi, pilih varian penyimpanan sesuai kebutuhan jangka panjang, terutama untuk FE+ yang dibanderol paling tinggi.
Pertama, refresh rate 90Hz di tahun 2026 mulai terasa ketinggalan jika dibandingkan tablet China di harga yang sama yang sudah menawarkan 120Hz atau bahkan 144Hz. Kedua, bobot S10 FE+ yang 668 gram cukup berat untuk digenggam satu tangan dalam waktu lama. Ketiga, Samsung belum mengonfirmasi ketersediaan aksesori keyboard resmi untuk S10 Lite — ini penting kalau kamu berniat menggantikan laptop.
Kesimpulan awal: kalau dana terbatas dan hanya butuh tablet untuk nonton serta browsing, S10 Lite cukup. Tapi kalau kamu ingin tablet yang bisa diandalkan untuk kerja dan gaming ringan selama 2-3 tahun ke depan, S10 FE adalah pilihan paling rasional. S10 FE+ hanya worth it kalau layar 13,1 inci benar-benar kebutuhan, bukan sekadar keinginan.