JAWA TENGAH — Apple diam-diam meninggalkan petunjuk besar soal perangkat lipat masa depannya lewat kode sistem operasi terbaru. Dalam iOS 27 developer beta keempat yang dirilis pekan lalu, Macworld menemukan sejumlah string baru di menu Battery Health yang secara eksplisit menyebut kata "batteries" (baterai-baterai) dalam bentuk jamak. Temuan ini kemudian dikonfirmasi ulang oleh MacRumors.
Seluruh model iPhone yang beredar saat ini — dari iPhone 16 series hingga iPhone 18 Pro — hanya mengenali satu baterai internal. Namun, kode di iOS 27 menampilkan tiga notifikasi baru yang semuanya menggunakan kata jamak:
Perubahan redaksional ini bukan sekadar kesalahan penulisan. Dalam konteks pengkodean sistem, penggunaan bentuk jamak menandakan bahwa perangkat keras yang dimaksud memang dirancang untuk menerima lebih dari satu sel daya.
Macworld berspekulasi bahwa kode ini merujuk pada perangkat lipat yang selama ini digadang-gadang bernama iPhone Ultra atau iPhone Fold. Bocoran sebelumnya menyebutkan perangkat ini akan menggunakan dua sel baterai dengan kapasitas 1.921 mAh dan 2.962 mAh, yang jika dijumlah menghasilkan total 4.883 mAh.
Desain dua baterai sebenarnya sudah menjadi standar di industri ponsel lipat. Samsung Galaxy Z Fold series, misalnya, selalu membagi baterai di dua sisi engsel untuk mengoptimalkan ruang internal. Apple diprediksi akan menerapkan pendekatan serupa pada iPhone lipat pertamanya.
Salah satu kejutan dari kode iOS 27 ini adalah indikasi bahwa kedua baterai bisa diservis secara terpisah. Jika satu sel mengalami degradasi lebih cepat, pengguna cukup mengganti baterai yang bermasalah tanpa harus menyentuh sel satunya.
Pendekatan modular ini berpotensi menekan biaya perbaikan di luar garansi. Saat ini, penggantian baterai iPhone di Indonesia bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta tergantung model. Dengan sistem dua baterai yang bisa diganti parsial, biaya servis untuk satu sel yang rusak diperkirakan lebih rendah.
Menurut rumor yang beredar, iPhone Ultra atau iPhone lipat perdana Apple dijadwalkan meluncur pada September tahun ini, bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro. Namun, perlu diingat bahwa Apple belum memberikan konfirmasi resmi soal nama maupun spesifikasi perangkat ini.
Bagi pengguna Indonesia yang sudah lama menantikan iPhone lipat, kabar ini setidaknya memberi gambaran bahwa proyek tersebut masih berjalan dan kemungkinan besar akan menjadi salah satu produk paling ambisius Apple dalam satu dekade terakhir.