Heri Pudyatmoko Dorong Lansia dan Disabilitas Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Jawa Tengah

Penulis: Vino Bastian  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 20:17:31 WIB
Heri Pudyatmoko menyampaikan pandangannya mengenai potensi ekonomi lansia dan penyandang disabilitas di Jawa Tengah.

SEMARANG — Proporsi penduduk lansia di Jawa Tengah yang mencapai 14,43 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 11,97 persen, harus dibaca sebagai peluang. Heri Pudyatmoko menilai angka tersebut menandakan bahwa provinsi ini telah memasuki fase masyarakat menua (ageing population) yang perlu disikapi dengan kebijakan ekonomi yang inklusif.

Menggeser Paradigma dari Beban Sosial ke Aset Ekonomi

Menurut Heri, selama ini lansia dan penyandang disabilitas kerap diposisikan sebagai objek kebijakan yang hanya membutuhkan perlindungan sosial. Padahal, mereka memiliki pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang bisa dikapitalisasi.

“Lansia dan penyandang disabilitas tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek kebijakan. Mereka memiliki pengalaman, keterampilan, pengetahuan dan potensi ekonomi yang bisa menjadi kekuatan baru bagi pembangunan daerah jika diberi ruang yang memadai,” ujarnya.

Peluang di Era Digital: Pemasaran hingga Usaha Rumahan

Heri meyakini transformasi digital membuka akses bagi kelompok usia lanjut maupun disabilitas untuk tetap produktif. Pekerjaan berbasis keterampilan, konsultasi, pemasaran digital, hingga usaha rumahan kini bisa dijalankan tanpa terhalang faktor usia atau keterbatasan fisik tertentu.

“Ketika jumlah penduduk lansia terus meningkat, kita perlu mengubah cara pandang. Ini bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang. Banyak negara menjadikan silver economy sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru,” kata Heri.

Strategi Pembangunan yang Lebih Inklusif

Wakil Ketua DPRD Jateng itu menekankan bahwa ke depan, pembangunan tidak bisa hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata. Pemerintah daerah perlu menyiapkan strategi yang memastikan seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan.

“Ke depan, pembangunan tidak cukup hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus memastikan seluruh kelompok masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan,” katanya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top