SLAWI — Seorang siswi baru SMK NU 01 Slawi dengan berani naik ke panggung dan membagikan pengalamannya mengelola bisnis produk perawatan kulit secara mandiri melalui aplikasi WhatsApp. Momen dialog interaktif itu terjadi di tengah pembukaan MPLS yang dihadiri langsung oleh Bupati Tegal, Senin (14/7/2026). Kepala daerah pun langsung memberikan apresiasi, menilai aksi produktif tersebut sebagai contoh nyata implementasi literasi digital yang sehat.
Dalam arahannya di hadapan ratusan peserta didik baru, Bupati Ischak menekankan bahwa status sebagai siswa SMK NU 01 Slawi membawa tanggung jawab besar untuk menguasai kompetensi teknologi informasi sejak dini. Ia mendorong para siswa untuk tidak sekadar menjadi konsumen pasif di media sosial, melainkan cerdas memanfaatkan gawai pintar sebagai sarana belajar mandiri dan merintis usaha.
“Telepon genggam bisa jadi alat untuk bisnis digital seperti menjadi reseller atau mengelola toko daring. Pola pikir adaptif ini harus ditanamkan sejak hari pertama agar tidak gagap menghadapi persaingan industri setelah lulus nanti,” ujar Bupati Ischak di Aula SMK NU 01 Slawi.
Di balik motivasi berwirausaha, Bupati Tegal juga menyelipkan pesan pengingat bahwa kemajuan teknologi bagaikan pisau bermata dua. Ia mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja, tawuran, hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Benteng keimanan dan fokus pada cita-cita jangka panjang, menurutnya, harus ditanamkan kuat demi menyelamatkan masa depan generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah turut memperkenalkan Program Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa). Beasiswa penuh ini disiapkan khusus bagi lulusan berprestasi, termasuk peserta didik baru SMK NU 01 Slawi yang kelak memenuhi kriteria administratif untuk melanjutkan kuliah gratis ke perguruan tinggi.
Bupati Ischak menilai dunia kerja modern yang dinamis menuntut fleksibilitas dan mentalitas juang yang kuat dari lulusan sekolah kejuruan. Fenomena ini ia tangkap sebagai peluang emas bagi para siswa untuk mulai melatih jiwa kepemimpinan ekonomi secara mandiri. Kolaborasi antara pemkab dan institusi pendidikan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap membangun kemajuan daerah asalnya secara berkelanjutan.