KUDUS — Realisasi pembangunan Puskesmas Jekulo yang dikerjakan CV Simpatik Karya Mandiri kini mencapai 30 persen hingga pekan lalu. Angka ini mencatat deviasi positif sekitar 9 hingga 10 persen dari perencanaan awal, menurut data internal kontraktor.
Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, mengungkapkan optimisme terhadap percepatan proyek yang sudah berjalan selama satu setengah bulan atau memasuki minggu keenam. “Kami berharap cuaca terus mendukung tanpa kendala hujan, sehingga penyelesaian bisa lebih cepat. Target utama kami adalah selesai pada akhir Oktober mendatang,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin siang.
Untuk mengejar target tersebut, kontraktor menambah jumlah pekerja dari 40 orang menjadi lebih dari 60 orang sejak dua pekan lalu. Sistem kerja lembur dua jam setiap hari hingga pukul 18.00 WIB juga mulai diterapkan.
Pembantu Pelaksana Proyek dari CV Simpatik Karya Mandiri, Putut Widiantoro, menjelaskan saat ini pengerjaan fokus pada pemasangan dinding bata. “Proyek senilai Rp5,7 miliar sekian ini meliputi pembangunan gedung satu lantai, mulai dari fondasi, struktur, pasang bata, hingga penyelesaian atap dan finishing,” kata Putut.
Puskesmas Jekulo nantinya akan didesain modern dengan sejumlah fasilitas. Bagian depan difungsikan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD) Timur, disusul ruang layanan program, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Ponek), serta poliklinik umum dan dokter gigi.
Menurut dr. Hakam, puskesmas ini diproyeksikan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah timur Kudus. Fokusnya pada program promotif, preventif, serta eliminasi penyakit seperti TBC, HIV, hingga pengendalian kasus stunting. Meski kapasitas rawat inap dibatasi maksimal 10 tempat tidur sesuai regulasi Kemenkes, DKK Kudus menyiapkan inovasi “Puskesmas Plus”.
“Ke depan, kami berencana menghadirkan praktik dokter spesialis pada sore hari serta mengoptimalkan fungsi rehabilitatif bagi pasien pasca-rawat inap rumah sakit,” tambahnya.
Selain pengerjaan gedung, dr. Hakam mengungkapkan bahwa Pemkab Kudus tengah memproses pengadaan armada ambulans baru melalui anggaran perubahan. Langkah ini untuk memperkuat layanan rujukan dan kegawatdaruratan di wilayah timur Kudus. (han/rit)