Beasiswa CSR Pemkab Pati Cair Lagi setelah Tertunda 3 Bulan, 183 Mahasiswa Penerima Manfaat

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:32:31 WIB
mahasiswa penerima beasiswa CSR Pemkab Pati mulai menerima pencairan dana setelah tertunda tiga bulan.

PATI — Sebanyak 183 mahasiswa asal Pati penerima beasiswa dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) kembali bisa bernapas lega. Penyaluran bantuan yang sempat tertunda selama tiga bulan sejak April 2026 akhirnya mulai dicairkan oleh sejumlah perusahaan dan lembaga pada pekan ini.

Empat Lembaga Salurkan Beasiswa Periode April-Juni

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Sunarji, mengonfirmasi bahwa empat penyedia CSR telah menyalurkan bantuan untuk periode April hingga Juni 2026. Mereka adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati, PT BPR Bank Daerah Pati, PT BPR Bank BKK Jawa Tengah, serta PDAM Tirta Bening Pati.

"BAZNAS, PT BPR Bank Daerah, PDAM, dan PT BPR BKK CSR-nya untuk tiga bulan," ujar Sunarji saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026). Ia menambahkan, pencairan untuk periode berikutnya akan dilanjutkan oleh penyedia CSR lain yang telah berkomitmen.

Nilai Bantuan Berbeda, dari Rp1 Juta hingga Rp2,5 Juta

Program beasiswa ini merupakan inisiatif Pemkab Pati untuk mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, SNBT, dan UTBK tahun 2025. Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima: Rp1 juta untuk mahasiswa dari keluarga miskin, Rp1,5 juta untuk kategori miskin ekstrem, dan Rp2,5 juta bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Keterlambatan Akibat Perusahaan Mundur, 27 Mahasiswa Sempat Berhenti Kuliah

Kuasa hukum orang tua mahasiswa penerima beasiswa, Deddy Gunawan, mengungkapkan bahwa penundaan terjadi karena beberapa perusahaan menarik diri dari program CSR. Akibatnya, penyaluran macet sejak April 2026.

"Tertunda karena beberapa perusahaan mengundurkan diri dan tidak konsisten di program tersebut. Untuk beasiswa yang sejak April sampai Juni, keterlambatan diberikan minggu depan, Pak Plt akan menyelesaikan sampai wisuda," ujarnya.

Dampak keterlambatan cukup serius. Sedikitnya 27 mahasiswa terpaksa menghentikan perkuliahan karena kesulitan biaya. Dengan kembali mengalirnya dana beasiswa, mereka diharapkan bisa melanjutkan pendidikan hingga lulus.

"Yang berhenti kuliah 27 anak sempat terhenti, tapi ini bisa kuliah kembali. Harapannya anak-anak kita punya jiwa semangat lagi untuk selesai kuliah," pungkas Deddy.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: lingkar.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top