JAWA TENGAH — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan pemanfaatan CNG di provinsinya selama ini sudah berjalan di sejumlah sektor. Ke depan, cakupannya akan diperluas hingga ke konsumsi rumah tangga. Pernyataan itu disampaikan di Semarang, Kamis (9/7).
Bahkan, menurut dia, CNG sudah digunakan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan gas alam terkompresi itu sudah teruji di sektor pelayanan publik.
Dalam acara peresmian terkait, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyinggung masifnya penggunaan CNG di Jateng. Ia menegaskan praktik baik tersebut akan diteruskan ke tingkat nasional.
"Baru kita ketahui bahwa kita punya CNG, di Jateng penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan," kata Prabowo, sebagaimana dilansir dari Antara, Jumat (10/7).
Kepala Negara kemudian menekankan vitalnya kemandirian energi bagi kelangsungan hidup bangsa. Ia bersyukur Indonesia dikaruniai sumber energi luar biasa, mulai dari cadangan geothermal, batubara, hingga gas alam yang besar.
"Program seperti B50 dan CNG bukan sekadar pencapaian teknologi, tetapi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan rakyat," ujar Prabowo.
Penetapan Jateng sebagai percontohan nasional membuka peluang bagi korporasi di sektor energi dan infrastruktur gas. Perluasan CNG untuk rumah tangga berarti potensi peningkatan permintaan yang signifikan, mengingat selama ini konsumen utama masih terbatas pada sektor industri dan transportasi.
Bagi pelaku bisnis, langkah ini juga menjadi sinyal pemerintah serius mengurangi ketergantungan pada elpiji impor. Dengan cadangan gas yang melimpah, investasi di jaringan distribusi CNG dan konversi peralatan rumah tangga dinilai akan semakin prospektif ke depannya.