SEMARANG — Heri Pudyatmoko menekankan bahwa investasi pendidikan memberikan multiplier effect jangka panjang: meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka kemiskinan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Hal ini ia sampaikan merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pendidikan. Meski partisipasi pendidikan di Jateng terus meningkat, kesenjangan kualitas antara kota dan desa masih menganga.
Heri menyoroti angka putus sekolah dan literasi dasar di beberapa daerah tertinggal yang membutuhkan perhatian khusus. “Investasi pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan Jawa Tengah. Kita tidak boleh pelit dalam membangun generasi penerus,” ujarnya. Semakin baik kualitas pendidikan hari ini, semakin cerah masa depan provinsi ini.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah itu mengingatkan investasi pendidikan tidak boleh berhenti pada pembangunan gedung sekolah. Peningkatan kualitas guru, akses terhadap teknologi pendidikan, dan program vokasi yang sesuai kebutuhan industri menjadi prioritas. “Dengan demikian, lulusan sekolah dan perguruan tinggi dapat langsung terserap di pasar kerja,” kata Heri.
Heri mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mengalokasikan anggaran pendidikan secara optimal sesuai amanat undang-undang. Ia mengusulkan pihak swasta dan perguruan tinggi dilibatkan dalam program beasiswa dan pelatihan keterampilan. “Kolaborasi ini akan mempercepat pencapaian target pembangunan sumber daya manusia Jawa Tengah,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Heri menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal. Menurutnya, generasi muda tidak hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. “Pendidikan adalah investasi yang tidak akan pernah rugi. Mari kita prioritaskan anggaran dan perhatian untuk pendidikan demi masa depan Jawa Tengah yang lebih baik,” pungkasnya.