Ibu Rumah Tangga di Ngemplak Boyolali Ditemukan Tewas Tak Wajar Usai Terima Kiriman Sate Ayam, Polisi Selidiki Adanya Racun

Penulis: Usman Harun  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:59:01 WIB
Ibu rumah tangga di Ngemplak, Boyolali ditemukan meninggal secara tidak wajar setelah menerima kiriman sate ayam.

BOYOLALI — Peristiwa kematian tragis mengguncang warga Ngemplak, Boyolali, setelah seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas secara tidak wajar di kediamannya. Korban diduga meninggal usai menyantap hidangan sate ayam yang dikirimkan oleh seseorang yang masih dalam penelusuran polisi.

Petugas dari Polsek Ngemplak dan tim medis yang tiba di lokasi menemukan sejumlah tanda mengkhawatirkan pada jasad korban. Sisa muntahan makanan masih menempel di pakaian, sementara mulut korban mengeluarkan busa. Ciri khas lain yang mencolok adalah perubahan warna membiru pada area mulut dan telinga.

Ciri Khas Keracunan: Warna Biru di Mulut dan Telinga

Perubahan warna membiru pada area mulut dan telinga, dalam dunia medis dikenal sebagai sianosis, merupakan indikasi kuat adanya gangguan serius pada sistem pernapasan atau peredaran darah. Dalam konteks forensik, temuan ini kerap dikaitkan dengan masuknya zat beracun ke dalam tubuh yang menghambat pasokan oksigen ke jaringan.

“Kami menemukan sisa muntahan pada pakaian dan busa di mulut korban. Ada juga perubahan warna biru di sekitar mulut dan telinga. Ini sangat tidak wajar,” ujar seorang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan di lokasi kejadian. Tim medis dari Puskesmas setempat langsung melakukan pemeriksaan awal dan memastikan korban telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.

Dari Sate Ayam Kiriman hingga Muntah-Muntah

Berdasarkan keterangan dari keluarga, korban diketahui menerima kiriman menu sate ayam sehari sebelum ditemukan meninggal. Usai menyantapnya, korban mulai mengeluh mual dan muntah-muntah. Keluarga sempat mengira itu hanya gangguan pencernaan biasa. Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya tak sadarkan diri.

Polisi telah mengamankan sisa makanan dan sampel muntahan korban untuk diuji laboratorium. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada kandungan racun atau zat berbahaya lain dalam makanan yang dikirimkan. Hingga saat ini, penyidik masih memburu identitas pengirim sate ayam tersebut.

Polisi Periksa Saksi dan Barang Bukti

Kapolsek Ngemplak, melalui Kanit Reskrim, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan sekitar rumah korban. Barang bukti berupa piring bekas sate dan sisa bumbu juga telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian. Semua masih dalam proses penyelidikan. Yang jelas, hasil visum dan uji laboratorium akan menjadi kunci,” kata salah satu penyidik di Polsek Ngemplak. Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini secara resmi dan meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian yang dinilai janggal tersebut.

Warga Ngemplak Geger, Keluarga Syok

Kabar kematian mendadak ini sontak membuat geger warga Ngemplak. Sejumlah tetangga yang datang melayat mengaku tak percaya. “Kemarin masih lihat belanja di pasar, kok tiba-tiba sudah pergi,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Suasana duka menyelimuti rumah duka. Keluarga korban masih menunggu hasil penyelidikan polisi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap makanan yang diterima dari pihak yang tidak dikenal atau mencurigakan. Polisi mengimbau agar warga segera melapor jika menemukan kejanggalan serupa di lingkungannya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top