Wagub Jateng Sebut Perang Obor Jepara Bukan Sekadar Atraksi, Ini Pesan Moral di Balik Tradisi Abad ke-16

Penulis: Vino Bastian  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:30:15 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin menegaskan Perang Obor Jepara menyimpan pesan moral mendalam.

JEPARA — Perang Obor, tradisi yang telah mengakar sejak abad ke-16 di Jepara, kembali menyala. Wagub Jawa Tengah, Taj Yasin, menyebut tradisi ini menyimpan pesan moral yang dalam dan bukan semata atraksi budaya untuk hiburan semata.

"Perang Obor bukan sekadar atraksi budaya, melainkan tradisi yang menyimpan pesan moral," ujar Taj Yasin dalam keterangannya, baru-baru ini.

Akar Sejarah yang Tak Padam

Tradisi ini dipercaya berasal dari masa Kerajaan Kalinyamat, tepatnya era kepemimpinan Ratu Kalinyamat pada abad ke-16. Masyarakat setempat mewariskannya secara turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa.

Uniknya, ritual ini melibatkan saling lempar obor menyala yang terbuat dari bambu dan sabut kelapa. Meski terlihat ekstrem, para peserta meyakininya sebagai simbol pembersihan diri dan pengusir bala.

Potensi Wisata Budaya Unggulan

Di luar nilai spiritualnya, Wagub Taj Yasin melihat Perang Obor memiliki potensi besar sebagai wisata budaya unggulan daerah. Ia mendorong pengemasan acara ini secara lebih profesional tanpa menghilangkan nilai aslinya.

"Tradisi ini memiliki potensi besar sebagai wisata budaya unggulan," tegasnya. Menurutnya, atraksi semacam ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara jika dikelola dengan baik.

Pemerintah provinsi pun berkomitmen mendukung pelestarian tradisi ini. Dukungan itu mencakup promosi dan pendampingan bagi masyarakat adat yang menjadi pelaksana utama acara.

Lebih dari Sekadar Tontonan

Bagi warga Jepara, Perang Obor bukanlah pertunjukan yang bisa dinikmati dari kejauhan. Mereka terlibat langsung, baik sebagai peserta maupun penyelenggara gotong royong. Semangat kebersamaan itulah yang ingin terus dirawat.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai lokal masih relevan. Bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga untuk dijadikan identitas yang membedakan daerah satu dengan lainnya.

Ke depan, Pemprov Jateng berharap Perang Obor bisa masuk dalam kalender wisata nasional. Dengan begitu, pesan moral di balik kobaran api itu bisa terus menyala dan dikenal lebih luas.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top