KARANGANYAR — Sebuah toko kelontong di kawasan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, menjadi sasaran pencurian yang terbilang nekat. Pelaku berhasil menggondol 50 kilogram gula pasir dalam satu kali aksi, Selasa (26/5/2026) dini hari. Rekaman kamera CCTV yang beredar di kalangan warga menunjukkan pelaku bertindak sendirian dan tampak sudah mengetahui tata letak barang.
Pemilik toko kelontong, yang enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa ia baru menyadari kehilangan saat hendak membuka toko sekitar pukul 06.00 WIB. Pintu bagian belakang toko ditemukan dalam kondisi rusak. Dari hasil pengecekan, gula pasir kemasan 50 kilogram yang disimpan di gudang bagian dalam sudah raib.
"Saya baru salat Subuh, mungkin sekitar jam setengah lima. Pintu belakang saya kunci biasa, tidak pakai gembok besar. Pas saya lihat CCTV, pelaku masuk lewat situ," ujarnya kepada petugas.
Polsek Ngargoyoso yang datang ke lokasi langsung mengamankan rekaman dari dua titik kamera pengawas. Dalam rekaman berdurasi pendek, pelaku terlihat mengenakan jaket hitam dan topi, serta membawa karung kosong. Ia masuk dan keluar toko dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
Kapolsek Ngargoyoso, AKP Budi Santoso, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dari rekaman yang ada. "Kami imbau warga untuk lebih waspada, terutama yang memiliki usaha kecil di daerah sepi. Pastikan sistem keamanan toko diperkuat," kata Budi.
Pencurian gula pasir dalam jumlah besar di tingkat toko kelontong bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, harga gula di tingkat pengecer di Karanganyar sempat mengalami fluktuasi. Pada pekan lalu, harga gula pasir medium tembus Rp 17.500 per kilogram di pasar tradisional terdekat. Dengan berat 50 kilogram, kerugian yang dialami pemilik toko diperkirakan mencapai Rp 875.000 hingga Rp 900.000.
Kasus ini menjadi pengingat bagi pelaku UMKM di kawasan wisata Kemuning yang mulai ramai pengunjung. Sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku mulai memasang kunci tambahan dan memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Meski rekaman hanya menunjukkan satu orang, polisi tidak menutup kemungkinan pelaku memiliki komplotan. "Bisa jadi ada yang menunggu di luar atau membantu mengangkut. Barang seberat 50 kilogram tidak mudah dibawa sendiri tanpa kendaraan," ujar AKP Budi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang diamankan. Polsek Ngargoyoso masih memeriksa rekaman CCTV dari toko-toko lain di sepanjang jalur Kemuning untuk melacak pergerakan pelaku.