KEBUMEN — Kepala MAN 1 Kebumen, H. Muhiban, menyatakan bantuan air tidak hanya membantu warga yang kesulitan air bersih, tetapi juga menjadi pembelajaran langsung bagi siswa. Kegiatan itu dikemas dalam program MANSA Peduli yang melibatkan Tim KKI madrasah.
“Kegiatan Sedekah Air Bersih ini tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan fisik berupa air bersih, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pembentukan karakter bagi para siswa agar senantiasa memiliki rasa empati, jiwa berbagi, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya,” ujar Muhiban, Senin (28/9/2026).
Tiga Desa yang Menerima Bantuan Air Bersih
Bantuan dua tangki air bersih disalurkan ke tiga wilayah yang mengalami keterbatasan air selama musim kemarau. Ketiga desa itu tersebar di tiga kecamatan berbeda di Kabupaten Kebumen.
- Desa Karangpule, Kecamatan Sruweng
- Desa Kalibening, Kecamatan Karanggayam
- Desa Banioro, Kecamatan Karangsambung
Penyaluran dilakukan pada Sabtu (26/9/2026). Warga menyambut antusias bantuan tersebut karena keterbatasan sumber air membuat pasokan air bersih menjadi sangat berarti bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Mengapa Kemarau Membuat Warga Kesulitan Air
Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi itu mendorong MAN 1 Kebumen turun tangan melalui program Sedekah Air yang digelar Tim Kelompok Kajian Islam.
Bagi madrasah, kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan nilai-nilai keislaman melalui aksi nyata. Kepedulian, berbagi, dan gotong royong diharapkan tidak hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi karakter para peserta didik.
Harapan Keberlanjutan Program Sedekah Air
Melalui program Sedekah Air, MAN 1 Kebumen berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus memperkuat hubungan antara keluarga besar madrasah dengan masyarakat. Kegiatan sosial serupa juga diharapkan dapat terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan selama musim kemarau.