SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan status bebas rabies tidak boleh membuat pemerintah maupun masyarakat mengendurkan kewaspadaan. Mobilitas manusia dan perpindahan hewan antardaerah tetap membuka peluang masuknya kembali penyakit tersebut ke wilayah Jateng.
Menurut Taj Yasin, Jawa Tengah berbatasan dengan sejumlah daerah lain. Lalu lintas dan perpindahan hewan tidak selalu dapat dikontrol setiap saat. Karena itu, vaksinasi menjadi salah satu benteng pencegahan yang perlu terus diperkuat, terutama bagi warga yang memelihara hewan.
Mengapa Status Bebas Rabies Sejak 1997 Tetap Perlu Dijaga
Jawa Tengah menyandang status bebas rabies sejak 1997 atau hampir tiga dekade. Status itu membuat provinsi ini relatif aman dari penularan rabies ke manusia, tetapi bukan berarti tertutup dari risiko.
Populasi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing terus bertambah dari tahun ke tahun. Taj Yasin mengimbau pemilik hewan memastikan vaksinasi dilakukan rutin dan berkonsultasi dengan dokter hewan.
"Bebas itu tidak harus terus kita santai. Kita juga harus waspada," ujar Taj Yasin.
Ia menilai rabies merupakan penyakit berbahaya sehingga pencegahan harus dilakukan sebelum muncul kasus. Vaksinasi masif dinilai menjadi bagian penting untuk membangun perlindungan sejak awal, bukan baru bergerak setelah penyakit ditemukan.
Vaksinasi Rutin dan Peran Dokter Hewan
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defrnsisco Dasilva Tavares menyebut penyediaan vaksin gratis sebagai langkah konkret pemerintah meningkatkan perlindungan terhadap hewan sekaligus mencegah ancaman rabies pada manusia.
Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan karena selalu ada risiko masuknya kembali rabies melalui mobilitas dan perpindahan hewan. Vaksinasi dinilai menjadi bagian penting untuk mempertahankan status bebas rabies yang telah disandang sejak 1997.
Taj Yasin juga mengapresiasi para dokter hewan dan tenaga medis yang selama ini ikut menjaga Jawa Tengah tetap berstatus bebas rabies. Ia berharap program 10.000 dosis vaksin gratis dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, komunitas pecinta hewan, dan masyarakat.
"Kita harus bersama-sama untuk mendukung gerakan bebas rabies," katanya.
Warga Sebut Vaksinasi Mandiri Bisa Capai Rp300 Ribu
Program vaksinasi gratis mendapat sambutan dari pemilik hewan peliharaan. Septi, warga yang membawa anjing jenis dachshund dan golden collie miliknya, mengaku terbantu dengan adanya vaksin gratis.
Menurut Septi, vaksinasi secara mandiri membutuhkan biaya yang cukup besar. "Kalau mandiri lumayan harganya, Rp300-an ribu," kata Septi.
Hal senada disampaikan Rahma yang membawa dua kucing ras Persia untuk mendapatkan vaksin dalam kegiatan tersebut. "Senang sekali karena gratis," ujarnya.
Bagi para pemilik hewan, vaksinasi gratis bukan sekadar menghemat biaya perawatan. Di tengah status Jawa Tengah yang sudah lama bebas rabies, program tersebut menjadi pengingat bahwa bebas rabies bukan berarti boleh lengah.