SEMARANG — Pembagian air menyasar 51 KK di RT 1, 49 KK di RT 2, dan 35 KK di RT 3. Sumur bor sedalam sekitar 60 meter tengah dikerjakan Ditreskrimsus Polda Jateng di kelurahan tersebut sebagai sumber air baru bagi warga sekitar.
Pengeluaran Warga Membengkak hingga Rp 500 Ribu
Sariyah, warga Jabungan, menyebut sumur di rumahnya mulai mengering sejak kemarau melanda wilayah itu. Kebutuhan mandi, memasak, dan mencuci dipenuhi dari air isi ulang.
"Sumurnya asat (kering)," ujar Sariyah kepada Indoraya.News, Kamis (24/9/2026).
Setidaknya satu galon air dibeli setiap hari dengan harga Rp 4.000 per galon. Sariyah mengaku pengeluaran rumah tangganya bertambah selama kemarau.
"Boros, karena pengeluaran bertambah," katanya.
Dua Rumah, Satu Sumber Air yang Kering
Kasmidah mengalami kondisi serupa. Ia menanggung kebutuhan air untuk dua rumah setelah sumber air di wilayahnya mengering sejak Juli 2026.
"Sejak Juli, Agustus, [Oktober] dan September, sumurnya kering. Kalau enggak ada bantuan air bersih, ya beli terus," ungkap Kasmidah.
Pengeluaran Kasmidah untuk membeli air mencapai Rp 500 ribu. Menurut dia, kekeringan memang berulang hampir setiap tahun, tetapi kemarau kali ini terasa lebih berat.
"Parah banget, empat bulan," katanya.
Sumur Bor 60 Meter Disiapkan Polda Jateng
Lurah Jabungan, M. Chasani, menyatakan warga mulai kesulitan mendapatkan air sejak sekitar Juli 2026. Kondisi memburuk ketika hujan jarang turun pada Agustus.
"Bantuan air bersih ini sangat membantu warga. Setidaknya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk satu sampai dua hari ke depan," ujarnya.
Selain bantuan sementara, Ditreskrimsus Polda Jateng mengerjakan sumur bor di Kelurahan Jabungan dengan kedalaman sekitar 60 meter. Sumber air baru itu diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Ketua RW 4 Kelurahan Jabungan, Solikhin, mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada warga.
5,7 Juta Liter Air Disalurkan selama Kemarau
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto menyebut bantuan di Jabungan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan.
"Selama ini rekan-rekan wartawan membantu menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Hari ini kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk yang berbeda. Bersama Bidhumas Polda Jateng, rekan-rekan wartawan turun langsung untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Yuliyanto.
Penyaluran air bersih di Jabungan merupakan bagian dari bantuan Polda Jateng selama musim kemarau. Berdasarkan data sementara, sebanyak 5.714.000 liter air telah disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Yuliyanto menilai penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik melalui bantuan air maupun penyediaan sumber air baru.
"Persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian dan gotong royong banyak pihak. Hari ini wartawan dan Polri bersama-sama hadir untuk membantu warga. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi penguat semangat bahwa persoalan masyarakat adalah kepedulian kita bersama," pungkasnya.