SEMARANG — Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal itu saat berada di RSUP Dr Kariadi, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, Presiden menargetkan seluruh RSUD di Indonesia dirapikan dalam masa pemerintahan ini, dengan estimasi penyelesaian tiga tahun.
"Presiden ingin merevitalisasi 441 RSUD se-Indonesia. Jadi akan dirapikan semua. Kita bersyukur Pak Menteri Kesehatan kita luar biasa, seorang ahli ekonomi. Diperkirakan oleh Pak Menkes, Rp 120 triliun itu akan diselesaikan dalam waktu 3 tahun," ucap Benjamin.
Jateng Diminta Ajukan RSUD dengan Kondisi Terburuk Lebih Dulu
Benjamin meminta Kepala Dinas Kesehatan Jateng Zulfachmi mendata rumah sakit yang paling membutuhkan perbaikan. Perbaikan tidak dilakukan serentak karena jadwalnya tersebar dari 2026 hingga 2029.
"Saya sudah bilang ke Pak Zul, 'dokter Zul, tolong nanti RSUD di Jawa Tengah yang jelek, yang paling jelek dulu yang diperbaiki.' Karena ada yang 2027, ada yang 2028, ada yang 2029. Tolong dipilih," kata Benjamin.
374 Rumah Sakit dan 883 Puskesmas Jateng Sudah Dipetakan
Zulfachmi menyatakan pihaknya tidak menunggu instruksi pusat. Dinas Kesehatan Jateng sudah mengevaluasi seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya untuk menentukan skala prioritas.
"Sudah ada sebenarnya petanya. Kita sudah petakan di mana tempat yang lebih jelek dulu. Jadi, ada 883 Puskesmas, ada 374 rumah sakit. Itu kita sudah proses evaluasi. Mana yang paling jelek?" ujarnya.
Hasil pemetaan itu akan jadi dasar penentuan urutan perbaikan. Zulfachmi belum merinci kabupaten atau kota mana yang paling banyak memiliki rumah sakit berkondisi buruk.
"Nanti kan bertahap 2026, 2027, 2028, 2029. Sudah kita petakan. (Daerah yang paling banyak RS jeleknya?) Nanti kami beritahu," katanya.
Hampir 2.000 Puskesmas Baru dan Daerah Tanpa Rumah Sakit
Selain revitalisasi RSUD, pemerintah merencanakan pembangunan hampir 2.000 puskesmas baru. Langkah itu disebut agar masyarakat di daerah mendapat layanan kesehatan dengan fasilitas yang layak.
"Presiden ingin memperbaiki semua Puskesmas, semua rumah sakit, semuanya ingin diperbaiki di masa pemerintahan ini. Karena apa? Kita masih ada akan membangun sekitar hampir 2.000 puskesmas baru," ungkap Benjamin.
Ia juga menyebut masih ada puluhan kabupaten di Indonesia yang belum memiliki rumah sakit. Sebagian pembangunan di daerah terpencil sudah rampung, seperti di Toraja, Lampung, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.
"Di daerah Toraja, Lampung, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, rumah sakitnya sudah bagus, fasilitasnya bagus, lengkap," ujarnya.
Bagi warga Jateng, tahap pertama revitalisasi bergantung pada daftar prioritas yang disusun Dinkes. RSUD yang masuk daftar terburuk berpeluang diperbaiki lebih dulu pada 2026, sementara sisanya menyusul hingga 2029.