Pencarian

Kisah Taufik Rohman, Pengepul Jambu Magelang yang Bangkit Usai Ditipu, Kini Raup Omzet Rp15 Juta Sehari

Rabu, 01 Juli 2026 • 20:28:01 WIB
Kisah Taufik Rohman, Pengepul Jambu Magelang yang Bangkit Usai Ditipu, Kini Raup Omzet Rp15 Juta Sehari
Taufik Rohman berkeliling pasar Magelang menggunakan motor tua untuk mengantar jambu biji merah.

MAGELANG — Deru mesin sepeda motor Honda Astrea Grand keluaran 1997 menjadi saksi bisu perjuangan Taufik Rohman. Bertahun-tahun lalu, motor tua itu digunakannya berkeliling dari satu pasar ke pasar lain di Magelang, membawa 30 hingga 50 kilogram jambu biji merah. Omzetnya saat itu hanya Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per hari.

“Dulu saya keliling pakai motor tua, bawa jambu sedikit-sedikit. Yang penting bisa jalan dulu,” ujar Taufik saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026).

Pernah Ditipu, Kini Pelanggan Baru Wajib Bayar Tunai

Di tengah merintis usaha, Taufik beberapa kali menjadi korban penipuan. Jambu yang dikirim ke pasar induk telah diterima pembeli, tetapi pembayaran tak kunjung dibayar. Pembeli menghilang begitu saja, meninggalkan kerugian yang harus ditanggungnya sendiri.

“Pernah beberapa kali ditipu, barang sudah sampai tapi uangnya tidak dibayar. Itu jadi pelajaran besar buat saya,” tambah Taufik.

Pengalaman pahit itu mengubah sistem bisnisnya. Kini, sistem pembayaran tempo hanya diberikan kepada pelanggan lama yang memiliki rekam jejak baik. Pelanggan baru wajib membayar tunai saat barang diterima.

Pandemi Jadi Momentum: Permintaan Melonjak, Omzet Meroket

Babak baru usaha Taufik dimulai saat pandemi Covid-19. Ketika banyak sektor usaha melambat, permintaan jambu biji merah justru meningkat. Masyarakat mulai mencari buah yang kaya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh.

Taufik memanfaatkan momentum itu dengan memperluas jaringan pemasaran ke berbagai kota dan mulai menggunakan marketplace serta platform penjualan online. Langkah ini membuka pasar yang lebih luas dan meningkatkan permintaan secara signifikan.

“Waktu pandemi justru permintaan naik. Banyak orang cari buah untuk kesehatan, dari situ usaha saya mulai berkembang,” ujarnya.

Dari Pengepul Kecil ke Distributor Antarprovinsi

Kini, Taufik mampu menjual satu hingga tiga ton buah setiap hari. Jangkauan pengirimannya meluas dari Magelang ke Yogyakarta, Klaten, Sukoharjo, Semarang, hingga Bandung. Ia tak lagi hanya mengandalkan jambu biji merah, tetapi juga memasarkan jambu kristal, pepaya, alpukat, dan pisang Cavendish.

Seluruh aktivitas bisnis dikelola melalui PT Indoguva Fruits, yang memasok buah ke supermarket, pabrik penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), kafe, kedai jus, pasar induk, hingga kios buah di sejumlah daerah.

Jika dulu semua pekerjaan dilakukan sendiri, kini Taufik memiliki karyawan yang menangani penyortiran, pengemasan, hingga pengiriman dengan beberapa armada distribusi.

Kunci Sukses: Konsisten dan Tidak Mudah Menyerah

Bagi Taufik, keberhasilan bukan ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh ketekunan, keberanian bangkit setelah gagal, serta kemampuan membaca peluang di setiap perubahan.

“Yang penting itu konsisten dan tidak mudah menyerah. Dari pengalaman jatuh, kita belajar untuk bangkit lagi,” tegas Taufik.

Dari seorang pengepul kecil bermodalkan motor tua, ia kini menjadi salah satu pemasok hasil pertanian unggulan Magelang ke berbagai wilayah di Pulau Jawa. (01)

Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks