SOLO — Persija Jakarta U-20 mendatangkan Ahmad Mujadid untuk memperkuat lini depan mereka di kompetisi Pegadaian Championship musim ini. Penyerang asal Sukoharjo itu merupakan top skor EPA Super League U-20 musim lalu dan sebelumnya menimba ilmu di akademi Macan Kemayoran.
Ahmad Mujadid: Top Skor yang Kembali ke Induk Semang
Mujadid bukan nama baru di lingkungan Persija. Ia merupakan produk asli akademi klub ibu kota tersebut. Performa moncernya di EPA Super League U-20 musim lalu membuat tim pelatih Persija U-20 memanggilnya kembali untuk menghadapi Pegadaian Championship.
Perekrutan ini menjadi sinyal bahwa Persija serius membangun skuad muda yang kompetitif. Namun, di sisi lain, keputusan ini berpotensi mempersempit ruang bagi pemain lokal Solo Raya yang tengah berjuang menembus tim utama.
Persaingan Ketat di Lini Depan, Pemain Akademi Persis Solo Terancam?
Kehadiran Mujadid tentu menambah ketatnya persaingan di lini depan Persija U-20. Para pemain muda jebolan akademi Persis Solo yang selama ini menjadi andalan di level junior harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan tempatnya di starting eleven.
Pegadaian Championship sendiri merupakan ajang yang kerap menjadi batu loncatan pemain muda untuk naik kasta ke Liga 1. Jika menit bermain tergerus, peluang mereka untuk unjuk kemampuan di depan mata klub induk pun ikut terancam.
Dampak Perekrutan bagi Sepak Bola Usia Muda di Jawa Tengah
Fenomena ini menjadi catatan tersendiri bagi perkembangan sepak bola usia muda di Jawa Tengah. Para pemain akademi, khususnya dari Persis Solo, kini dihadapkan pada kenyataan pahit: bersaing dengan pemain rekrutan dari luar daerah yang sudah memiliki reputasi.
Belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persis Solo mengenai langkah Persija ini. Namun, publik sepak bola Solo berharap agar Persis lebih agresif mempertahankan bibit-bibit unggul lokal agar tidak terus "dibajak" klub ibu kota.