Pencarian

12.000 Eksportir Aktif Tersisa dari 22.000 Database, UMKM Jateng Diseleksi untuk Trade Expo Indonesia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 • 23:39:01 WIB
12.000 Eksportir Aktif Tersisa dari 22.000 Database, UMKM Jateng Diseleksi untuk Trade Expo Indonesia 2026
Pemerintah Jateng seleksi ketat 12.000 eksportir aktif untuk Trade Expo Indonesia 2026.

SEMARANG — Peluang ekspor produk UMKM Jawa Tengah ke pasar global kembali terbuka lewat ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta. Pemerintah provinsi saat ini tengah melakukan kurasi ketat terhadap pelaku usaha yang akan diberangkatkan.

Kepala Disperindag Jateng July Emmylia mengatakan, produk-produk unggulan daerah seperti furnitur dan fesyen masih menjadi andalan untuk menarik minat pembeli dari luar negeri. Pada TEI 2025, Jateng mencatat potensi transaksi mencapai 18,4 miliar dolar AS.

Zonasi Produk Lebih Ketat untuk Permudah Buyer Internasional

Salah satu pembeda TEI tahun depan adalah penerapan zonasi produk yang lebih ketat. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria menjelaskan, pengaturan ini bertujuan memudahkan calon pembeli menemukan komoditas yang mereka cari tanpa harus berkeliling stan yang tidak relevan.

"Teman-teman para pelaku usaha, teman-teman UMKM khususnya tidak harus jauh-jauh melakukan promosi ke luar negeri. Tinggal sedikit aja ke Jakarta (lewat TEI) tapi mudah-mudahan para buyer bisa banyak datang," ujar Ari Satria di Semarang, Selasa.

Furnitur dan Fesyen: Komoditas Andalan dengan Transaksi Ratusan Juta Dolar

Berdasarkan data Kemendag, furnitur menjadi komoditas unggulan Jateng dengan potensi transaksi lebih dari 700 juta dolar AS pada ajang TEI sebelumnya. Sektor fesyen menyusul dengan sumbangan sekitar 56 juta dolar AS.

Jawa Tengah dinilai konsisten berada di jajaran 10 besar daerah dengan kontribusi ekspor nasional. Ari Satria menyebut provinsi ini memiliki beragam produk yang mampu bersaing di pasar global.

Pendampingan Ekspor dan Business Matching Jadi Modal UMKM

Disperindag Jateng tidak hanya mengirim pelaku usaha ke pameran. July Emmylia menyebutkan, pihaknya menyediakan program pendampingan ekspor, business matching, hingga fasilitasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

"Sejak 2011, Disperindag Jateng juga telah membina 56 mitra usaha melalui berbagai program yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN," ujarnya.

Okupansi Peserta TEI 2026 Sudah Capai 60 Persen

Digital and Business Development Manager PT Debindomulti Adhiswasti Nabil Ramadhana mengungkapkan, hingga saat ini okupansi peserta TEI 2026 telah mencapai hampir 60 persen. Produk UMKM yang paling banyak mendaftar masih didominasi sektor food and beverage, fesyen, kerajinan, furnitur, serta dekorasi rumah.

Tahun lalu, TEI dihadiri sekitar 8.045 buyer dari 130 negara. Tahun ini, pemerintah menargetkan jumlah negara peserta tetap bertahan meskipun situasi global belum stabil.

Sementara itu, dari sekitar 22.000 pelaku usaha yang tercatat di platform INA Export, Kemendag menyisakan sekitar 12.000 yang dinilai masih aktif dan layak dipromosikan kepada buyer internasional. Kurasi ini menjadi sinyal bahwa persaingan untuk masuk ke pasar ekspor semakin ketat.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks