Pencarian

Harga Telur di Peternak Kendal Anjlok di Bawah Biaya Produksi, Pemkab Gelar Bazar Rp22.000 Per Kilogram

Selasa, 30 Juni 2026 • 03:29:31 WIB
Harga Telur di Peternak Kendal Anjlok di Bawah Biaya Produksi, Pemkab Gelar Bazar Rp22.000 Per Kilogram
Peternak telur di Kendal menghadapi kerugian akibat harga jual di bawah biaya produksi.

KENDAL — Harga telur ayam di tingkat peternak Kabupaten Kendal saat ini hanya Rp20.000 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi yang mencapai Rp24.000 per kilogram. Situasi ini membuat para peternak merugi dan mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan intervensi melalui bazar langsung di Alun-alun Kendal, Senin (29/6).

Peternak Terjepit Biaya Pakan yang Terus Naik

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menyatakan bahwa harga di tingkat peternak tidak mampu menutupi biaya produksi yang terus meningkat. Faktor utama penyebabnya adalah mahalnya harga pakan.

“Apalagi kalau kita lihat harga di tingkat peternak itu cuma Rp20 ribu. Sementara harga BEP pakan Rp24 ribu. Kalau harga pasar cuma Rp22 ribu itu jelas peternak merugi,” ujar Pandu.

Ia menambahkan bahwa bazar ini menjadi salah satu solusi agar peternak bisa memasarkan hasil produksinya secara langsung kepada masyarakat tanpa melalui perantara. Dengan begitu, peternak bisa mendapatkan harga yang sedikit lebih baik.

Bazar Jadi Cara Pemkab Dongkrak Harga dan Jaga Daya Beli

Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menyambut baik pelaksanaan bazar yang melibatkan peternak lokal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga telur sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah.

“Kegiatan ini untuk mendongkrak harga telur. Dan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada peternak lokal sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Benny.

Selain membantu peternak, bazar ini juga memberikan akses bagi masyarakat untuk memperoleh telur segar dengan harga lebih terjangkau. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menjaga daya beli masyarakat terhadap komoditas pangan bergizi.

Peternak Berharap Harga Pakan Ikut Turun

Fauzi, peternak ayam petelur asal Sukorejo, mengungkapkan bahwa harga telur di tingkat peternak mengalami penurunan cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, harga jual ke pembeli mencapai Rp25.000 per kilogram.

“Sekarang kalau kita jual ke pembeli per kilogram hanya Rp22 ribu. Kalau sebelumnya kan harganya Rp25 ribu ke atas per satu kilogramnya,” katanya.

Fauzi berharap pemerintah tidak hanya menggelar bazar sesaat, tetapi juga mampu menekan biaya produksi, terutama harga pakan yang terus meningkat. “Semoga harga telur semakin hari semakin baik karena biaya pakan juga naik, peternak banyak yang merugi. Harapannya harga pakan bisa turun, peternak bisa semakin sejahtera,” pungkasnya.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkab Kendal?

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Pandu Rapriat Rogojati, menyatakan bahwa bazar ini direncanakan akan rutin dilaksanakan. “Harapan kami kegiatan ini akan rutin kita laksanakan,” katanya, memberi sinyal bahwa intervensi pasar akan berlanjut selama harga masih di bawah biaya produksi.

Langkah ini menjadi penting mengingat sektor peternakan ayam petelur di Kendal menyerap banyak tenaga kerja lokal dan menjadi salah satu pemasok telur untuk wilayah Jawa Tengah bagian utara.

Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks