SLAWI — Program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui warung kelontong kembali digencarkan BAZNAS Kabupaten Tegal. Kali ini, sebanyak 20 peserta yang terdiri dari pelaku usaha toko kelontong dan santripreneur alumni pondok pesantren mendapatkan dua hal sekaligus: pelatihan manajemen ritel dan suntikan modal barang dagangan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Tegal, KH Akhmad Rofiki, membuka langsung kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pengelola Warung Kelontong tersebut. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 110 juta, dengan masing-masing penerima memperoleh modal usaha senilai Rp 5,5 juta.
Bukan Sekadar Bantuan, tapi Ikhtiar Mengentaskan Kemiskinan
KH Akhmad Rofiki menegaskan bahwa program ZMart bukanlah bantuan usaha biasa. Menurutnya, program ini merupakan ikhtiar kolektif untuk mengangkat mustahik agar benar-benar berdaya dan mandiri secara ekonomi.
"Program ZMart merupakan salah satu program strategis BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha riil yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Program ini bukan sekadar bantuan usaha, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk mengangkat mustahik agar berdaya dan mandiri," ujarnya.
Strategi Agar Warung Tradisional Mampu Bersaing dengan Ritel Modern
Dalam pelatihan yang berlangsung di Gedung PKK tersebut, para peserta mendapatkan materi intensif seputar manajemen ritel modern. Beberapa materi yang diajarkan meliputi cara mengatur perputaran modal secara efisien, memisahkan uang pribadi dan uang usaha, hingga teknik penataan produk agar lebih menarik.
Tidak hanya itu, peserta juga dibekali strategi peningkatan kualitas pelayanan untuk memikat pelanggan agar setia berbelanja. Tujuan dari pembekalan ini adalah agar warung ZMart tidak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Target: Mengeluarkan Keluarga dari Jerat Kemiskinan
KH Akhmad Rofiki menambahkan bahwa program ZMart merupakan program unggulan BAZNAS RI yang fokus pada pemberdayaan ekonomi. Kehadirannya di Kabupaten Tegal diharapkan menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan ritel modern.
"Harapannya, warung ZMart tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap mengeluarkan keluarga dari jerat kemiskinan," pungkasnya.