SEMARANG — Kerumunan massa mengenakan kaus putih bertuliskan dukungan untuk Sudewo tampak sejak pukul 08.00 WIB. Mereka duduk di pelataran pengadilan sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Keadilan untuk Pak Sudewo" dan "Bupati Pati Tidak Korupsi". Suasana sempat riuh saat salah satu orator berteriak mengajak massa berdoa bersama sebelum sidang dimulai.
Bukan Sekadar Aksi, Ada Pesan Politik di Baliknya
Koordinator aksi, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa kedatangan mereka bukan untuk mengintimidasi hakim. "Kami hanya ingin menunjukkan bahwa Pak Sudewo adalah pemimpin yang bersih. Selama memimpin Pati, beliau fokus membangun infrastruktur dan membantu rakyat kecil," ujarnya di sela-sela aksi.
Menurut pantauan di lokasi, sebagian besar peserta aksi adalah pedagang pasar, petani, dan pengemudi ojek di wilayah Pati. Mereka mengaku datang secara swadaya menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi. Seorang ibu paruh baya bernama Sumarni mengaku sengaja meninggalkan dagangannya di Pasar Pati sejak subuh. "Saya percaya Pak Sudewo tidak bersalah. Beliau sering turun langsung ke pasar kalau ada masalah," katanya.
Sudewo Sudah Dua Kali Hadapi Sidang, Vonis Tinggal Menunggu
Sudewo, yang juga mantan Ketua DPC PDIP Pati, saat ini menjalani persidangan atas dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Kabupaten Pati. Sidang sebelumnya digelar pada pekan lalu dengan agenda pembacaan tuntutan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Sudewo dengan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.
Kuasa hukum Sudewo, yang ditemui usai sidang, menyatakan optimistis kliennya bisa bebas. "Kami sudah siapkan nota pembelaan (pledoi) yang kuat. Fakta persidangan menunjukkan tidak ada aliran uang ke Pak Sudewo secara pribadi," ujarnya kepada wartawan.
Pengamanan Ketat, Polisi Jaga 3 Lapis
Pihak kepolisian dari Polrestabes Semarang menerjunkan sedikitnya 100 personel untuk mengamankan jalannya persidangan. Kapolrestabes Semarang melalui Kasat Intelkam mengatakan pengamanan dilakukan tiga lapis. "Kami antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Massa sudah kooperatif dan kami imbau untuk tetap tertib," jelasnya.
Pantauan di lokasi, aparat memasang kawat berduri di depan pintu masuk utama pengadilan. Lalu lintas di Jalan Pahlawan sempat tersendat karena parkir kendaraan massa yang memakan badan jalan. Sidang dengan agenda pembacaan pledoi dijadwalkan berlangsung hingga siang hari.