SOLO — Seorang peneliti di bidang digital forensik, Rismon Sianipar, menjadi perhatian setelah mendatangi rumah pribadi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang berlokasi di Solo. Dalam kunjungannya, Rismon membawa serta sebuah buku berisi klaim autentikasi ijazah yang disebutnya telah melalui proses kajian ilmiah.
Buku yang diserahkan memiliki ketebalan mencapai 800 halaman. Rismon menyatakan bahwa dokumen tersebut merupakan hasil riset mendalam yang ia lakukan secara mandiri terkait keabsahan ijazah yang kerap menjadi perdebatan di publik.
Apa Isi Buku 800 Halaman yang Dibawa Rismon?
Rismon mengklaim buku tersebut memuat analisis forensik digital yang komprehensif. Ia menyebutkan bahwa seluruh data dan metodologi yang digunakan telah disusun berdasarkan standar keilmuan di bidangnya. Namun, Rismon tidak merinci lebih lanjut temuan spesifik apa yang tertuang dalam buku tersebut saat mendatangi lokasi.
Kedatangan Rismon ke rumah Jokowi terekam oleh sejumlah warga dan langsung menyebar di grup-grup percakapan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari tim kuasa hukum atau pihak keluarga Jokowi mengenai penerimaan dokumen tersebut.
Rismon Bukan Wajah Baru di Kasus Ijazah
Nama Rismon Sianipar bukan pertama kali muncul ke permukaan dalam polemik ijazah Jokowi. Sebelumnya, ia kerap mengunggah analisis-analisis digital di media sosial pribadinya yang menyoroti dokumen akademik mantan Wali Kota Solo itu. Aksi terbarunya ini dinilai sebagai eskalasi dari upaya sebelumnya yang hanya dilakukan secara virtual menjadi aksi langsung ke lokasi.
Rismon tiba di kediaman Jokowi seorang diri dan tidak membawa atribut organisasi tertentu. Ia hanya menyebutkan bahwa tujuannya adalah untuk "menyampaikan data secara langsung" kepada pihak yang bersangkutan.
Belum Ada Tindak Lanjut Hukum atau Resmi
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan dari aparat keamanan setempat maupun pihak kepolisian terkait potensi pelanggaran atau tindak lanjut dari kedatangan Rismon. Aktivitas di sekitar rumah Jokowi sendiri berlangsung normal seperti biasa setelah kunjungan tersebut.
Isu autentikasi ijazah Jokowi memang telah berulang kali mencuat sejak ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berbagai gugatan hukum dan laporan ke lembaga terkait sempat diajukan, namun tidak ada satu pun yang terbukti secara hukum.