JAWA TENGAH — Di tengah hiruk-pikuk industri batu bara, PT Bukit Asam (PTBA) justru memetik hasil manis dari biji kopi. Melalui Ombilin Mining Site, perusahaan anggota holding MIND ID ini baru-baru ini menggelar panen raya bersama Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kota Sawahlunto. Lahan perkebunan seluas 18 hektare yang dikelola para petani setempat menjadi saksi bisu transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif ke pertanian berkelanjutan.
Dari Bibit hingga Mesin Pengolah, PTBA Suntikkan Modal Pertanian
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar proyek seremonial. Perusahaan memberikan dukungan konkret berupa bibit kopi unggul dan peralatan penunjang pengolahan kopi. "Kami ingin mendorong terciptanya sumber penghidupan yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah," ujar Eko.
Dukungan itu langsung dirasakan oleh para petani. Sebelum ada pendampingan, mereka hanya fokus pada budidaya tanpa memahami pentingnya pengolahan pascapanen. Kini, dengan adanya bantuan peralatan, hasil panen tidak lagi dijual mentah dengan harga murah, melainkan diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual.
Petani Tak Lagi Sekadar Menanam, Kini Paham Nilai Tambah
Ketua Binaan Petani Kopi Sawahlunto, Beby Candra yang akrab disapa Abi, mengakui perubahan signifikan terjadi di kelompoknya. "Sebelum mendapatkan pendampingan, kami hanya fokus pada budidaya. Kini, dengan adanya bantuan bibit, peralatan, dan pendampingan dari PTBA, kami mulai memahami pentingnya pengolahan pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi," ungkap Abi. Program ini, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa kopi Balai Batu Sandaran bisa menjadi produk unggulan daerah.
Pjs General Manager PTBA Ombilin Mining Site, Alman Syarif, menambahkan bahwa pihaknya melihat potensi besar di lahan tersebut. "PTBA hadir tidak hanya sebagai perusahaan pertambangan, tetapi juga sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan," kata Alman. Ia berharap keberhasilan kelompok tani ini bisa menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya.
Wali Kota Sawahlunto: Kolaborasi Ini Tepat Sasaran
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengapresiasi langkah PTBA yang tidak hanya menambang tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru. Menurutnya, Sawahlunto memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, dan kolaborasi dengan BUMN seperti PTBA sangat membantu memperkuat ekonomi lokal. "Terlebih, komoditas kopi memiliki prospek yang berkelanjutan untuk terus dikembangkan," ujar Riyanda.
Dari lahan tambang yang kerap diasosiasikan dengan kerusakan lingkungan, PTBA justru menghadirkan narasi baru: kopi bisa tumbuh subur, petani bisa sejahtera, dan perusahaan tetap bisa menjalankan bisnis intinya. Sebuah bukti bahwa transisi energi dan ekonomi tidak harus selalu dimulai dari hal besar, tetapi bisa dari secangkir kopi di lereng Sawahlunto.