Pencarian

Kemlu Pastikan WNI Tewas Ditikam di Jepang Berstatus Pekerja Migran, Pelaku Mengaku Berniat Membunuh

Minggu, 07 Juni 2026 • 16:08:01 WIB
Kemlu Pastikan WNI Tewas Ditikam di Jepang Berstatus Pekerja Migran, Pelaku Mengaku Berniat Membunuh
Kemlu memantau proses hukum terkait WNI tewas ditikam di Jepang sebagai pekerja migran.

JAWA TENGAH — Kemlu melalui KBRI Tokyo tengah memantau proses hukum yang berjalan di Kepolisian Chitose. Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan otoritas setempat dan pihak yang bertanggung jawab atas korban selaku PMI.

Kronologi Penusukan dan Penangkapan Pelaku

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (4/6) malam sekitar pukul 21.10 waktu setempat di sebuah jalan sekitar dua kilometer barat laut Stasiun JR Chitose. Layanan darurat Hokkaido menerima laporan dari pejalan kaki tentang seorang pria membawa pisau dapur di trotoar.

Saat polisi tiba di lokasi, mereka menemukan Sri Rahayu dalam kondisi bersimbah darah dengan beberapa luka tusuk di tubuhnya, termasuk di bagian perut. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit setempat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pelaku, Mahmudi Agung Laksana Aji, yang bekerja sebagai karyawan paruh waktu dan tinggal di Prefektur Chiba, langsung diamankan. Kepada penyidik, ia mengaku telah menusuk korban dengan niat membunuh. Polisi Jepang masih mendalami motif di balik serangan tersebut, mengingat keduanya diyakini saling kenal.

Dampak Insiden: Polisi Jepang dan Satu WNI Lain Terluka

Dalam insiden yang sama, seorang polisi Jepang dan satu WNI lainnya dilaporkan turut menjadi korban luka di lokasi kejadian. KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan Kepolisian Chitose untuk memastikan penanganan medis bagi para korban dan perkembangan penyelidikan.

"KBRI Tokyo telah berkomunikasi dengan Kepolisian Chitose dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas korban selaku PMI. Saat ini, telah dilakukan penangkapan dan penahanan pelaku oleh Kepolisian Chitose," kata Yvonne Mewengkang kepada wartawan, Minggu (7/6).

Langkah Kemlu: Pemantauan Hukum dan Pemulangan Jenazah

Kemlu memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini hingga tuntas. Salah satu prioritas yang tengah disiapkan adalah rencana pemulangan jenazah Sri Rahayu ke Indonesia.

"Kementerian Luar Negeri c.q. KBRI Tokyo dan Direktorat PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia," ungkap Yvonne.

Kasus ini menjadi pengingat rentannya posisi pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya dalam menghadapi situasi kriminal yang melibatkan sesama WNI. KBRI diimbau untuk memberikan pendampingan hukum maksimal bagi korban dan keluarganya.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks