SEMARANG — Sebanyak puluhan alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Angkatan XXIV menggelar pertemuan di Semarang, pekan ini. Acara yang menandai 35 tahun perjalanan mereka sejak lulus tahun 1991 itu menjadi ajang memperkuat kembali ikatan kekeluargaan di antara para abdi negara yang tersebar di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Robby, salah satu inisiator acara, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan selama masa pendidikan. Menurutnya, pengabdian yang panjang menuntut loyalitas yang tidak pernah pudar terhadap tugas dan tanggung jawab.
Lebih dari Sekadar Reuni Tahunan
"Sudah 35 tahun kita berjalan bersama sejak lulus tahun 1991. Semoga kebersamaan ini terus terawat dan tidak berhenti di pertemuan malam ini saja," ujar Robby di hadapan para koleganya.
Pernyataan itu mendapat sambutan hangat dari para peserta. Bagi mereka, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa jaringan solidaritas antaralumni adalah aset berharga, terutama ketika menghadapi tantangan di pemerintahan daerah masing-masing.
Soliditas di Tengah Dinamika Birokrasi
Robby secara khusus menyoroti bahwa di era birokrasi yang semakin kompleks, para alumni tidak boleh kehilangan arah. “Loyalitas pengabdian” yang dimaksud bukan sekadar kepatuhan pada atasan, melainkan komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi kepentingan publik.
Beberapa alumni yang hadir mengakui bahwa jaringan ini kerap menjadi tempat bertukar pikiran. Mulai dari persoalan tata kelola desa hingga kebijakan strategis di tingkat kota dan kabupaten, semuanya bisa didiskusikan secara lebih cair dan konstruktif.
Menjaga Api Pengabdian untuk Daerah
Pertemuan yang berlangsung hangat itu juga diisi dengan sesi diskusi ringan tentang perkembangan terkini di masing-masing daerah. Tidak ada agenda formal yang kaku, namun pesan yang disampaikan cukup jelas: pengabdian kepada negara adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan dari sesama kawan seperjuangan.
Robby berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin. “Bukan hanya untuk bernostalgia, tapi untuk saling mengingatkan bahwa kita punya tanggung jawab yang sama,” pungkasnya.