WONOSOBO — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membidik Kabupaten Wonosobo untuk memetakan desa-desa kreatif berpotensi tinggi. Peninjauan di Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, dilakukan Minggu (1/11/2026), melibatkan koordinasi langsung dengan jajaran pemerintah kabupaten.
Langkah tersebut mencakup sektor ekonomi berbasis kebudayaan, inovasi, hingga teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyebut budaya dan sejarah sebagai hulu yang perlu disentuh inovasi serta teknologi agar bernilai ekonomi tinggi.
Program penguatan di Kadipaten mencakup empat titik utama. Pertama, pelatihan pemanfaatan teknologi AI untuk pengembangan usaha. Kedua, seni pertunjukan. Ketiga, sektor musik. Pendekatan itu diharapkan mengakomodasi aspirasi kepala daerah dalam mendongkrak industri kreatif lokal.
"Kami dari Kementerian Ekonomi Kreatif diminta oleh Bapak Presiden Prabowo untuk memetakan desa-desa kreatif yang berpotensi di seluruh Indonesia," ujar Teuku Riefky saat ditemui di Desa Kadipaten.
Masyarakat Kadipaten dinilai sangat menghargai budaya sekaligus aktif menggerakkan ekonomi kreatif. Penilaian itu yang membuat Kemenekraf menetapkan desa di lereng Wonosobo tersebut sebagai lokasi peninjauan.
Pemetaan ini juga menyentuh kawasan Giyanti yang dikenal sebagai sentra perkebunan dan wisata. Kemenekraf belum memerinci jumlah desa yang akan dipetakan di Wonosobo maupun jadwal tahapan berikutnya.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut baik sinergi pusat dan daerah ini. Bersama pimpinan DPRD Kabupaten Wonosobo, pihaknya berkomitmen penuh mengawal sektor potensial seperti UMKM, seni, dan budaya.
"Kami eksekutif, legislatif berkomitmen untuk bagaimana mengembangkan industri-industri yang menjadi potensi lokal, yaitu ekonomi kreatif, pelaku UMKM, pelaku seni, dan budaya," ungkap Afif.
Afif berharap pembinaan tidak berhenti di Desa Kadipaten atau kawasan Giyanti saja, melainkan meluas ke wilayah lain di Wonosobo. Adaptasi digital, pemanfaatan media sosial, serta penguasaan AI dinilai menjadi kunci agar produk lokal menembus pasar lebih luas.