JAWA TENGAH — Persita memutus rekor sempurna Persija dengan kemenangan 3-2 di Stadion Internasional Banten, Sabtu (17/10). Gol Aleksa Andrejic di menit kelima injury time jadi penentu, tapi Macan Kemayoran masih bertahan di puncak klasemen Super League dengan 12 poin.
Kekalahan pertama Persija musim ini lahir lewat drama enam gol di Stadion Internasional Banten. Pendekar Cisadane unggul cepat, Macan Kemayoran dua kali menyamakan kedudukan, sebelum Andrejic menuntaskan serangan balik di injury time.
Pertandingan baru berjalan lima menit ketika Luquinhas membobol gawang Persija. Keunggulan tuan rumah bertahan sepuluh menit sebelum Fabio Calonego menyamakan skor pada menit ke-15.
Babak kedua berjalan dengan tempo serupa. Rayco Rodriguez mengembalikan keunggulan Persita di menit ke-61, tapi Alexander Jeremejeff kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-74.
Persita memanfaatkan kelengahan lini belakang Persija di menit kelima injury time. Hokky Caraka lolos dari pengawalan, menggiring bola, lalu melepas umpan yang diselesaikan Aleksa Andrejic menjadi gol kemenangan 3-2.
Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kalah Persita di bawah asuhan Carlos Pena. Tambahan tiga poin membawa Pendekar Cisadane ke peringkat ketiga dengan 11 poin, sama dengan Dewa United di posisi kedua, hanya berbeda selisih gol.
Kendati tumbang, Rizky Ridho dan kawan-kawan tetap memimpin klasemen dengan 12 poin dari lima laga. Persija hanya unggul satu angka atas Dewa United yang mengoleksi 11 poin hasil tiga kemenangan dan dua imbang.
Papan tengah masih rapat. Persebaya mengoleksi 8 poin, disusul Persik, Bhayangkara, dan Persib yang masing-masing punya 7 poin. Tiga dari lima tim di posisi 10 besar masih menyimpan satu laga pada Minggu (18/10).
Persebaya dijadwalkan menghadapi PSS Sleman, sementara Persib berjumpa Persik. Duel Persib kontra Persik jadi kesempatan bagi salah satu tim untuk menyalip Persebaya di peringkat keenam.
Di dasar klasemen, PSIM Yogyakarta dan Isenmulang Kalteng baru mengumpulkan satu poin. Persijap Jepara belum meraih angka sama sekali setelah lima pertandingan.
Bagi Persija, kekalahan di Banten menjadi peringatan bahwa empat kemenangan beruntun awal musim belum menjamin apa pun. Shin Tae Yong punya waktu untuk membenahi lini belakang sebelum laga berikutnya, sementara Persita membuktikan diri sebagai ancaman nyata di papan atas.