SEMARANG — Gelar Karya & Pelatihan Pintar Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran Interaktif Kelas menampilkan karya para guru secara berkelompok di hadapan peserta lain dan perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP/BBGTK). Beberapa media yang diperagakan antara lain Petualangan Misteri Pecahan, Petualangan Bilangan di Hutan Rimba Mahakam, dan Detektif Siklus Hidup Hewan.
Dari target one teacher one output, pameran ini berhasil mengumpulkan 38 produk media pembelajaran digital. Program pelatihan sendiri diikuti 30 guru dari berbagai jenjang dan mata pelajaran, seperti IPA, Matematika, Pendidikan Pancasila, PJOK, dan Bahasa Indonesia, serta mahasiswa praktikan (Lantip/PPL).
Ketua Tim Cyber AI Fasda Perubahan Tanoto Foundation, Rohmadi Purnomo, menjelaskan bahwa para guru dilatih membuat media yang dapat dioperasikan pada Papan Interaktif Digital (PID). Media tersebut dibuat dalam bentuk aplikasi web yang unik sesuai preferensi mengajar masing-masing guru.
"Kami melatih guru-guru untuk membuat media pembelajaran yang interaktif dan dapat dioperasikan pada Papan Interaktif Digital (PID). Media ini dibuat dalam bentuk aplikasi web yang unik sesuai preferensi mengajar masing-masing guru," jelas Rohmadi saat ditemui di lokasi acara.
Media digital itu dipadukan dengan materi cetak. Setiap peserta melengkapi karyanya dengan lembar literasi fisik berkode QR. Siswa cukup memindai kode tersebut untuk masuk ke aplikasi media interaktif, baik lewat PID di sekolah maupun gawai di rumah.
Rohmadi menuturkan, pendampingan dilakukan bertahap. Prosesnya dimulai dari sosialisasi, dilanjutkan pelatihan tatap muka selama dua hari di BPR Arto Moro, pendampingan daring, hingga kunjungan langsung ke sekolah-sekolah peserta.
Menurut Rohmadi, media berbasis AI membuat suasana kelas lebih hidup. "Pembelajaran tidak monoton duduk dan mencatat. Siswa diajak belajar sambil bermain melalui berbagai fitur gim interaktif di PID. Peserta juga mengukur tingkat kenaikan hasil belajar murid secara langsung setelah implementasi di kelas," ujarnya.
Project Management Unit Tanoto Foundation, Fitria Hima Mahligai, mengapresiasi semangat para guru yang berhasil menciptakan ruang berbagi praktik baik. Menurutnya, tim Cyber AI akan melakukan pendampingan lanjutan dan memberikan feedback langsung di sekolah untuk melihat sejauh mana produk tersebut efektif digunakan bersama anak-anak di dalam kelas.
"Pameran ini adalah hasil karya guru-guru yang dilatih oleh tim Cyber AI Kota Semarang. Setelah ini, tim Cyber AI akan melakukan pendampingan lanjutan dan memberikan feedback langsung di sekolah untuk melihat sejauh mana produk ini efektif digunakan bersama anak-anak di dalam kelas," terang Fitria.
Fitria menambahkan, Tanoto Foundation terus memberikan dukungan berupa asistensi teknis dan finansial agar program berjalan optimal. Ia juga menyambut positif keterlibatan sektor perbankan dan kepala sekolah dalam upaya memodernisasi pendidikan.
"Tidak hanya Tanoto Foundation, BPR Arto Moro dan para kepala sekolah juga turut serta memberikan dukungan penuh. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi semesta pendidikan yang sangat membanggakan," pungkasnya.