SEMARANG — Kepala Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi) Jateng, Lilik Henry Ristanto, menyatakan pihaknya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyaksikan laga timnas bersama-sama. "Kita nonton bareng, gratis. Masyarakat silakan hadir, nanti akan kita siapkan sajian makanan kecil dan doorprize," kata Lilik pada Rabu, 23 September 2026.
Nobar dipusatkan di halaman kantor gubernur Jawa Tengah. Lokasi dipilih agar warga dari berbagai wilayah bisa datang tanpa perlu memesan tiket atau mendaftar lebih dulu.
Ada tiga laga penyisihan Grup yang melibatkan Indonesia, yakni melawan Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober. Dua laga terakhir, final dan perebutan tempat ketiga pada 5 Oktober, juga ikut difasilitasi.
Seluruh pertandingan disiarkan langsung dan bisa disaksikan bersama di satu titik yang sama. Jadwal ini menyesuaikan kalender resmi FIFA ASEAN Cup 2026.
Penyelenggaraan nobar disebut sebagai arahan langsung Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Tujuannya memberi dukungan dan semangat kepada timnas Indonesia yang berlaga di turnamen tersebut.
"Nonton bareng ini nantinya gratis, bisa makan bersama-sama, nonton secara merakyat dengan masyarakat dan yang lain," kata Luthfi.
Pemprov menempatkan nobar sebagai kegiatan yang merakyat, bukan sekadar menonton pertandingan. Warga bisa datang bersama keluarga atau tetangga tanpa biaya.
Tidak ada syarat khusus bagi warga yang ingin hadir. Cukup datang ke halaman kantor gubernur pada tanggal pertandingan, lalu ikut menonton bersama peserta lain.
Panitia menyiapkan makanan kecil dan doorprize sebagai daya tarik tambahan. Fasilitas itu diberikan gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
Bagi warga Semarang dan sekitarnya, lokasi kantor gubernur relatif mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Warga dari kabupaten lain di Jawa Tengah juga terbuka untuk datang.
Pemprov Jateng belum menyebut jumlah kursi atau kapasitas maksimal yang disiapkan. Warga yang ingin hadir disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan tempat.